Penyidik Kejari Sungai Penuh Masih Mengumpulkan Bukti Kasus Tunjangan Rumah Dinas DPRD Kerinci

Kejari Sungai Penuh telah naikan status dugaan korupsi tunjangan Perumahan Pimpinan dan Anggota DPRD Kerinci ke penyidikan.

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Heru
Kasi pidsus bersama kasi intel Kejari Sungai Penuh. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Temukan peristiwa pidana, Kejaksaan Negeri Sungai Penuh telah naikan status dugaan korupsi tunjangan Perumahan Pimpinan dan Anggota DPRD Kerinci tahun 2017 sampai 2021 ke penyidikan

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus, Alex Hutauruk yang didampingi Kasi Intel, Andi ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/10) sore. 

"Saksi yang sudah dimintai keterangan dalam penyelidikan sebanyak 70 orang dan untuk penyidikan saksi yang telah dimintai keterangan ada belasan orang," ujarnya. 

Kasi Pidsus Kejari Sungai Penuh juga membenarkan, bahwa dalam tunjangan Perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kerinci tahun 2017-2021 ditemukan peristiwa Pidana korupsi.

Baca juga: Pemkot Sungai Penuh Fasilitasi Uji Kompetensi Para Tukang Bangunan

"Naiknya status dari Penyelidikan ke Penyidikan, karena penyidik menemukan peristiwa pidana dalam kasus ini," sebutnya. 

Dia mengatakan, bahwa Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) naiknya status ini ke penyidikan sejak Juli 2022 yang lalu.

"Kita juga sudah melaporkan ke Kajati Jambi, kita akan terus melakukan penyidikan dan mengumpulkan alat bukti serta memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan," katanya.

Baca juga: Pemkot-BNNP Sungai Penuh Deklarasi Perang Melawan Narkoba

Kasi Pidsus menyebutkan, jika alat bukti sudah cukup, nanti pihaknya akan mencari tahu siapa yang bertanggungjawab terlebih dahulu dan setelah itu baru ditetapkan tersangka.

"Untuk penetapan tersangka nantinya ada sprindik khusus dan lengkap dengan alat bukti yang mendukung perkara tersebut,” pungkasnya.(*) 

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved