Wabup Bakhtiar Buka Dialog Menggali Kesejarahan di Batanghari
Wakil Bupati Batanghari, Bakhtiar membuka acara dialog menggali kesejarahaan Batanghari di Aula Hotel Gemilang, Kamis (13/10/2022).
Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Wakil Bupati Batanghari, Bakhtiar membuka acara dialog menggali kesejarahaan Batanghari di Aula Hotel Gemilang Jalan Gajah Mada-Muara Bulian pada Kamis (13/10/2022).
Acara ini diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau. Dalam acara itu dihadiri oleh guru sejarah tingkat SD dan SMP dan perwakilan komunitas budaya.
Adapun pembicara dalam dialog ini yaitu Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, BPNB Kepri, Ketua Lembaga Adat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Bakhtiar mengatakan dilaksanakannya dialog ini bertujuan untuk dapat mengetahui kejadian dan peristiwa yang berhubungan dengan perkembangan daerah dan menyangkut perubahan nyata dalam kehidupan manusia.
“Kegiatan ini berfungsi sebagai sumber pengetahuan dan dijadikan media untuk menelusuri fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu,” katanya.
Dikatakan Wabup generasi selanjutnya dapat menjadikan peristiwa di masa lampau itu sebagai pelajaran dan pengalaman.
Ia berharap dari kegiatan dialog ini, pertama dapat bermanfaat memberikan edukasi serta menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah yang membawa kebijaksanaan dan kearifan.
Kedua bersifat inspirastif artinya memberi ilham. Ketiga bersifat instruktif, yaitu membantu kegiatan menyampaikan ilmu pengetahuan dan ketrampilan.
“Kepada guru sejarah dan sanggar seni dan tradisi dapat menemukenali sejarah Batanghari baik masa lalu masa kini dan masa yang akan datang,” ujar Wabup.
Sementara itu, Kasubag TU BPCB Jambi, Kristanto Januardi yang juga menjadi pembaca dalam kegiatan ini mengaku senang atas terselenggaranya kegiatan seperti ini.
“Jadi kegiatan ini kayak sosialisasi tentang banyak hal. Kalau dari saya tentang cagar budaya yang kami sampaikan. Cagar budaya di Batanghari ada beberapa seperti benteng, temuan arca, goa jepang, peninggalan pertamina jaman dulu dan temuan lainya,” katanya.
Dikatakanya, patut dilestarikan tinggalan budaya yang mana bagian dari kesejarahan di Batanghari sebagai bukti sejarah masa lalu.
Ia mengharapkan peran aktif dari daerah untuk melestarikan tinggalan cagar budaya sebab BPCB Jambi akan beralih menjadi BPK. BPK ini nantinya akan mengurusi cagar budaya yang sifatnya nasional seperti Candi Muaro Jambi.
“Saya harapkan peran daerah lebih dominan untuk mengurusi cagar budaya. Kalau cagar budaya tingkat kabupaten, maka dikelola pemerintah kabupaten/kota, jika provinsi maka dikelola oleh pemerintah provinsi, jadi diserahkan ke daerah masing-masing,” ujarnya.
Mulai dari penemuan cagar budaya, pelaporan, pendaftaran hingga nanti rekomendasi penetapan cagar budaya berlangsung di daerah. Jadi daerah punya hak dan wewenang untuk melakukan pengelolaan dibidang pelestarian cagar budaya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News