Advertorial

DPRD Tanjung Jabung Timur Gelar Paripurna Nota Pengantar Rancangan APBD Tahun Anggaran 2023

DPRD Tanjung Jabung Timur mengelar rapat paripurna masa persidangan I Tahuan 2022-2023 dengan agenda penyampaian nota pengantar rancangan APBD kabupat

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
istimewa
DPRD Tanjung Jabung Timur Gelar Paripurna Nota Pengantar Rancangan APBD Tahun Anggaran 2023 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - DPRD Tanjung Jabung Timur mengelar rapat paripurna masa persidangan I Tahuan 2022-2023 dengan agenda penyampaian nota pengantar rancangan APBD kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun anggaran 2023, Selasa (11/10/2022).

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua Mahrup, didampingi oleh Wakil Ketua I Saidina Hamzah dan Wakil Ketua II Gatot Sumarto, serta di hadiri anggota DPRD kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanjabtim Tahun Anggaran 2023 akan mengalami penurunan sekitar 15,20 persen atau sekitar Rp. 929.784.814.776 dari sekitar Rp. 1.096.405.979.122 APBD Tahun Anggaran 2022.

Sekda Tanjabtim, Sapril menjelaskan, penyebab terjadinya penurunan APBD Kabupaten Tanjabtim Tahun Anggaran 2023 tersebut, karena adanya penurunan Pendapatan Daerah, terutama pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penerimaan PAD ditargetkan sebesar Rp. 60.360.166.682 atau turun sebesar 11,14 persen dari APBD murni Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp. 67.926.433.911.

"Selain itu juga Pendapatan Transfer yang bersumber dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Transfer Antar Daerah mengalami penurunan 15,47 persen atau Rp. 869.424.648.094 bila dibandingkan dengan Pendapatan Transfer pada APBD murni TA 2022 sebesar Rp. 1.028.479.545.212," jelasnya.

Sekda Sapril mengatakan, selain pendapatan, sisi Belanja juga mengalami penurunan sebesar 17,52 persen, dari jumlah keseluruhan anggaran Belanja Daerah yang termuat dalam RAPBD tahun 2023 adalah sebesar Rp. 962.284.814.776 turun sebesar Rp. 206.902.530.866.

"Di sisi Belanja yang paling besar mengalami penurunan pada Belanja Tidak Terduga sebesar 68,81 persen. Kemudian penurunan Belanja Modal sebesar 43,21 persen, Belanja Operasi turun sebesar 11,89 persen dan Belanja Transfer turun sebesar 2,79 persen," katanya.

Sekda menambahkan, pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2023, penerimaan Pembiayaan diasumsikan sebesar Rp. 42,5 Miliar, sedangkan pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp. 10 Miliar, sehingga terdapat Pembiayaan netto sebesar Rp. 32,5 Miliar.

"Dimana Pembiayaan netto tersebut yang akan menutupi defisit selisih Pendapatan dengan Belanja Daerah pada RAPBD Tahun Anggaran 2023," tambah Sekda.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Fiorentina Dikalahkan Lazio 0-4, Vincenzo Italiano Sampai Frustrasi

Baca juga: Takut KDRT Terbukti? Rizky Billlar Sebut Lesti Kejora Sudah Maafkan, Minta Segera Cabut Laporan

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 11 Oktober 2022, Aldebaran Khawatir Andin Jatuh dari Tangga

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved