Dosen Farmasi Unja Ciptakan Spray Anti Nyamuk Dari limbah Sawit

Ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian dan PKM di Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi mengenai limbah tandan

Editor: Rahimin
istimewa
Gedung rektorat Universitas Jambi. Dosen Unja berhasil melakukan penelitian mengenai limbah sawit jantan dengan menghasilan produk berupa ‘Repellent Spray’. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (Unja) Uce Lestari S.Farm M.Farm Apt berhasil melakukan penelitian mengenai limbah sawit jantan dengan menghasilan produk berupa ‘Repellent Spray’.

Ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian dan PKM di Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi mengenai limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Produk Repellent Spray sendiri memiliki manfaat sebagai penolak terhadap nyamuk.

Uce mengatakan, penelitiannya tersebut merupakan bagian dari program pengabdiannya sebagai seorang dosen Unja.

“Kita sebagai dosen itu dituntut untuk melakukan penelitian, minimal dua kali dalam setahun. Dengan banyaknya perkebunan tentu ada limbah yang tidak bisa di manfaatkan, nah di situlah saya melakukan penelitian agar limbah sawit memiliki nilai ekonomi. Selain ini ada juga penelitian bunga butelang yang sudah lolos Dikti,” ungkapnya.

Menurutnya, bunga sawit jantan tidak dapat berkembang secara sempurna menjadi buah, sehingga bunga sawit jantan akan gugur dan terbuang.

Namun, bunga sawit jantan banyak mengandung senyawa estragole yang memiliki aroma khas yang menyengat.

Sehingga, dapat dimanfaatkan sebagai insektisida nabati yang digunakan untuk membunuh atau anti nyamuk dan serangga (repellent).

Berdasarkan hal tersebut, dalam pemanfaatan limbah bunga sawit jantan, Uce menformulasikannya dalam bentuk repelan spray anti nyamuk.

“Saat ini belum ada ditemukan repelan spray ekstrak etanol cair bunga sawit jantan dipasaran. Ada pun tujuan dari penelitian ini ialah menemukan formula repelan spray ekstrak etanol cair bunga sawit jantan yang memiliki sifat fisik baik, stabil pada penyimpanan serta memiliki aktivitas sebagai penolak nyamuk secara alami serta aman dalam hal penggunaanya,” katanya.

Pada penelitian ini dibuat 3 formula repelan spray kontrol positif dan control negatif.

Masing-masing formula mengandung ekstrak etanol cair bunga sawit jantan (Elaeis guineensis Jacq) dengan konsentrasi 5,10, dan 15 persen.

Setelah dilakukan evaluasi sifat fisik dan uji proteksi terhadap nyamuk, hasil uji proteksi repellent spray ekstrak etanol cair bunga sawit jantan terhadap nyamuk bahwa FIII dengan konsentrasi 15 persen ditemukan bahwa hanya satu ekor nyamuk yang hinggap dari 25 ekor nyamuk, dibandingkan dengan formula lainnya.

Sedangkan kontrol positifnya adalah tidak ada nyamuk yang hinggap, sehingga dapat disimpulkan bahwa FIII merupakan repelan spray anti nyamuk yang memiliki aktivitas yang sangat kuat sebagai penolak terhadap nyamuk.

Terakhir, Uce berharap hasil temuannya tersebut tidak hanya sebatas penelitian saja, tapi akan dibuatkan merek dagang dan legalisasinya agar bisa dipasarkan.

“Saat ini hasil penelitian baru sebatas prototipe. Ke depanya, kita akan buat merek dan legalisasinya sehingga bisa di manfaatkan masyarakat,” pungkasnya.

Untuk melihat berita seputar Universitas Jambi lainnya Klik http://www.unja.ac.id

Baca berita terbaru  Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Dosen Unja Manfaatkan Limbah Buah Bintaro dan Tempurung Kelapa Menjadi Briket di Desa Pembengis

Baca juga: Wujudkan Unja SMART, Seluruh Prodi FKIK Raih ISO 21001:2018

Baca juga: Dewas Unja Bahas Rencana Bisnis, Anggaran 2023 dan OTK Menuju PTN-BH Bersama Rektor dan Senat

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved