Berita Jambi

PPTK Bersaksi Pada Sidang Dugaan Korupsi di RSUD Kolonel Abunjani Bangko

Sidang dugaan korupsi terkait penyedia jasa kebersihan di Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Kolonel Abunjani Bangko tahun 2017 hingga 2021 dilanjutkan di

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Darwin Sijabat
Sidang dugaan korupsi terkait penyedia jasa kebersihan di Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Kolonel Abunjani Bangko tahun 2017 hingga 2021 dilanjutkan di PN Tipikor Jambi, Senin (10/10/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tiga orang saksi dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dihadirkan JPU Kejari Bangko untuk memberikan keterangan dipersidangan terkait dugaan korupsi jasa kebersihan di RSUD Kolonel Abunjani Bangko.

Sidang dugaan korupsi terkait penyedia jasa kebersihan di Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Kolonel Abunjani Bangko tahun 2017 hingga 2021 dilanjutkan di PN Tipikor Jambi, Senin (10/10/2022).

Ketiga orang saksi yang dihadirkan Arie Pratama selaku JPU merupakan PPTK jasa kebersihan di RSUD Kolonel Abunjani Bangko.

Setelah disumpah, saksi yang pertama memberikan keterangan yakni Nora, yang saat ini bertugas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bungo sejak 2019 lalu.

Saat ditanyai oleh JPU terkait penandatanganan kontrak dengan penyedia jasa, CV Bukit Mas tidak diketahui secara rinci oleh saksi.

Namun saat penandatanganan kontrak yang berlangsung di ruangan direktur saat itu, Berman Saragih dihadiri oleh Pebi Yonoka dan dia.

Baca juga: Cerita Supir Truk Batubara di Jambi yang Terjebak Macet Berjam-jam dan Pengalihan Jalan

Baca juga: Loker Jambi 10 Oktober 2022 untuk Lulusan SMA hingga Lulusan S1

Untuk yang membuat kontrak tersebut, saksi mengakui jika itu merupakan hasilnya. Namun yang menandatanganinya tidak diketahui apakah sesuai dengan nama yang tertera dalam kontrak.

Di ruang sidang itu, dia mengaku tidak mengetahui nama direktur utama dari CV Bukit Mas selaku pelaksana.

"Setahu saya direkturnya Pebi," kata saksi.

Kemudian, kenapa yang menandatangani Pebi, sementara nama yang tertera di dalam kontrak itu Ropi. Saksi mengakui tidak memeriksa secara detail.

"Yang menandatangani itu Pebi, saya nggak mengecek nama dalam kontrak. Saya nggak tau, saya pikir kalau direkturnya Pebi," katanya.

Saat ditanyai hakim, saksi Nora tampak meneteskan air mata. Kepada hakim, dia mengaku lelah atas permasalahan yang terjadi di RSUD Kolonel Abunjani tersebut.

Baca juga: KILAS BALIK 3 Bulan Kematian Brigadir J: Berita Pertama, Penetapan Tersangka, Update Terbaru

"Saya capek pak," katanya sambil mengusap air mata.

Lelahnya itu lantaran berulang kali dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan.

Bahkan dia harus berulang dari Bungo ke Bangko, sebab sejak 2019 sudah menjadi ASN di Lingkup Kabupaten Bungo.

Hingga berita ini dimuat, proses persidangan di PN Tipikor Jambi masih berlangsung dengan mendengarkan keterangan saksi. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Cerita Supir Truk Batubara di Jambi yang Terjebak Macet Berjam-jam dan Pengalihan Jalan

Baca juga: Loker Jambi 10 Oktober 2022 untuk Lulusan SMA hingga Lulusan S1

Baca juga: KILAS BALIK 3 Bulan Kematian Brigadir J: Berita Pertama, Penetapan Tersangka, Update Terbaru

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved