Berita Jambi

Dosen Unja Manfaatkan Limbah Buah Bintaro dan Tempurung Kelapa Menjadi Briket di Desa Pembengis

Kegiatan itu dilaksanakan pada 09 Oktober 2022 lalu di RT 04 Desa Pembengis Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

Penulis: Deni Satria Budi | Editor: Deni Satria Budi
Istimewa
Tim PPM FST beserta Warga RT 04 Desa Pembengis 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dosen Universitas Jambi (Unja) memanfaatkan limbah bintaro dan tempurung kelapa dimodifikasi dalam pembuatan bahan bakar nabati berupa briket. Produk briket dari campuran limbah bintaro dan tempurung kelapa tersebut dapat menghasilkan nyala api berwarna biru dan asap yang sedikit.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unja melakukan kegiatan sosialisasi dan presentasi tentang pemanfaatan potensi limbah buah bintaro dan tempurung kelapa, serta cara pembuatan Briket berbahan buah bintaro dan tempurung kelapa.

Kegiatan itu dilaksanakan pada 09 Oktober 2022 lalu di RT 04 Desa Pembengis Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr Lenny Marlinda mengungkapkan selama ini buah bintaro belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat selain hanya sebagai tanaman pengusir serangga dan tikus.

Baca juga: The 4th GDIC Sukses, Siap Wujudkan Pembangunan Hijau Kolaborasi Unja Australia Malaysia Thailand

"Kelapa sendiri merupakan komoditas utama masyarakat setempat dan menjadi penyumbang limbah terbesar berupa sabut dan tempurung kelapa," katanya.

Tanaman bintaro dan kelapa ini memang banyak dijumpai di sepanjang jalan Desa Pembengis Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan presentasi tentang pembuatan briket itu diharapkan, masyarakat setempat dapat mengetahui prosedur pengolahan dan penggunaannya untuk aktivitas masak di dapur.

Tim PPM FST berharap dengan adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, maka masyarakat dapat ikut merasakan manfaat nyata dari peran Dosen sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca juga: Cerita Warga Teluk Kulbi, Pelepah Pinang Dianggap Sampah Berubah Menjadi Uang Berkat Mahasiswa Unja

"Ke depannya diharapkan dapat menambah nilai ekonomi sekaligus menanggulangi masalah pencemaran lingkungan bagi masyarakat setempat," ujar Lenny.

Hal senada juga disampaikan M Hismi selaku ketua RT 04 Desa Pembengis. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Tim PPM UNJA atas kegiatan tersebut.

"Dengan kegiatan ini kami bisa memperoleh informasi dan pengetahuan mengenai potensi limbah bintaro dan tempurung kelapa yang dapat dijadikan sebagai briket dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Adapun kegiatan sosialisasi dan presentasi ditutup dengan penyerahan kompor briket dan briket berbahan limbah buah bintaro dan tempurung kelapa yang telah berhasil dibuat oleh Tim Pengabdian FST Universitas Jambi. (Tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved