Berita Jambi

Angkutan Batubara Dilarang Melintas di Mendalo, Gubernur Jambi Akan Kaji Aturan

Pemerintah Provinsi Jambi bersama Polda Jambi telah melakukan rekayasa lalu lintas angkutan batubara, CPO, angkutan barang dilarang untuk melintasi

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Sopianto
Gubernur Jambi, Al Haris 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi bersama Polda Jambi telah melakukan rekayasa lalu lintas angkutan batubara, CPO, angkutan barang dilarang untuk melintasi Jalur Mendalo selama 14 hari sejak 3 Oktober lalu.

Angkutan barang dari arah Kota Jambi ke Batanghari dialihkan melalui Tempino, begitu juga dari arah Batanghari ke Kota Jambi, tidak bisa melewati Mendalo dan akan dialihkan melewati Tempino.

"Per 3 Oktober kemarin jalur Bulian sampai ke Mendalo tidak digunakan, jadi mereka (angkutan batubara) ke Jalur Tempino, begitu juga yang kosong, mereka kembali ke tempino," kata Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jambi, Johansyah, Jumat (7/10/2022).

Rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan hingga menekan angka kecelakaan di jalan lintas Provinsi Jambi.

"Makanya nanti kejadian-kejadian kecelakaan yang di pagi hari atau sore angkutan batubara yang kosong ini bisa kita minimalisir," ucapnya.

Sementara itu Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan bahwa dirinya sedang mencari formulasi agar semuanya nyaman, baik angkutan batubara ataupun masyarakat.

Baca juga: Komnas HAM Sebut Pemicu Kericuhan di Stadion Kanjuran adalah Penembakan Gas Air Mata

Baca juga: Permintaan Maaf Ferdy Sambo Dianggap Basi, Keluarga Brigadir J Sebut Sudah Terlambat

"Prinsipnya adalah Satuan lalu lintas dan Dinas Perhubungan kita mencari formulasi bagaimana pengendara, angkutan ini nyaman di jalur itu, Saya minta mereka merekayasa ulang lagi, cari formulasi yang tepat, bagaimana angkutan ini tidak lagi menimbulkan korban," ucapnya.

Kemudian yang kedua kata Al Haris selain rekayasa lalu lintas ini sekalian membenahi lokasi jalan yang memiliki lobang besar.

"Jadi ini memang dramatis, satu sisi kecelakaan karena mereka menghindari lubang yang ada di jalan," ujarnya.

Lebih lanjut, terkait dengan penerapan aturan rekayasa lalu lintas ini Al Haris mengatakan akan mengkaji lagi, jika dampaknya baik maka ada kemungkinan akan dipermanenkan.

"Kita lihat nanti, kalau jalur ini aman dan tidak menimbulkan kemacetan lagi, mungkin kita bisa permanenkan, nanti kita lihat seperti apa hasil akhirnya," tutupnya. (Tribunjambi.com/Danang Noprianto)

Simak update berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Lowongan Kerja Telkom Indonesia, Ada 20 Posisi

Baca juga: Komnas HAM Sebut Pemicu Kericuhan di Stadion Kanjuran adalah Penembakan Gas Air Mata

Baca juga: Permintaan Maaf Ferdy Sambo Dianggap Basi, Keluarga Brigadir J Sebut Sudah Terlambat

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved