Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Memaafkan dan Melupakan

Bacaan ayat: Amsal 17:9 (BIMK) Kalau ingin disukai orang, maafkanlah kesalahan yang mereka lakukan. Membangkit-bangkit kesalahan hanya memutuskan

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Renungan Harian Kristen - Memaafkan dan Melupakan

Bacaan ayat: Amsal 17:9 (BIMK) Kalau ingin disukai orang, maafkanlah kesalahan yang mereka lakukan. Membangkit-bangkit kesalahan hanya memutuskan persahabatan.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Hal sangat menyedihkan ketika sebuah kesalahan diungkit kembali setelah bertahun-tahun berlalu. Hal terjadi ketika kesalahan tersebut telah menciptakan luka hati yang belum sembuh.

Beberapa menjadi trauma atau akar pahit dalam hati seseorang. Bagi pelaku kesalahan, mengungkit kesalahan masa lalu, berarti sedang mempermalukannya dihadapan publik; mengingat betapa bodohnya kala itu.

Sementara hari ini telah terjadi banyak perubahan. Wajar, jika mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu hanya akan merusak relasi baik hari ini.

Sebuah kalimat bijak dipaparkan oleh penulis Amsal, "Kalau ingin disukai orang, maafkanlah kesalahan yang mereka lakukan. Membangkit-bangkit kesalahan hanya memutuskan persahabatan."

Adalah sebuah pilihan bijak untuk memaafkan. Kesalahan umum banyak orang adalah mengidentikkan memaafkan dengan melupakan.

Memaafkan itu bukan melupakan. Memaafkan itu berarti menyelesaikan dengan cara menerima masa lalu dengan kesalahan yang pernah ada dan memberinya makna baru yang lebih baik.

Kala itu kesalahan dimaknai sebagai hal yang menciptakan kemarahan, kejengkelan, sakit hati dan berbagai makna lain yang merusak.

Makna baru hari ini, ketika sebuah kesalahan masa lalu disyukuri sebagai cara ajaib Tuhan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih bersabar dalam kehidupan.

Tidak bisa dihindari bahwa hari ini bisa saja masih harus berelasi dengan orang yang sama. Ketika terjadi persinggunggan, godaan untuk mengungkit masa lalu begitu besar.

Penulis Amsal mengingatkan bahwa itu hanya akan merusak persahabatan.

Faktanya memang masa lalu tidak bisa diubah. Masa lalu hanya bisa diterima sebagai kenyataan yang membentuk kita hari ini. Masa lalu hanya bisa diterima sebagai bagian sejarah hidup.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved