Ankara dan Moskow Mendiskusikan Penggunaan Sistem Pembayaran Troy Milik Turki

Pihak berwenang Rusia dan Turki sedang mendiskusikan kemungkinan penggunaan sistem pembayaran Troy milik Turki sebagai alternatif dari Mir Rusia yang

Penulis: tribunjambi | Editor: Suci Rahayu PK
AiF/Irina Malina
Ilustrasi bendera Turki 

TRIBUNJAMBI.COM - Pihak berwenang Rusia dan Turki sedang mendiskusikan kemungkinan penggunaan sistem pembayaran Troy milik Turki sebagai alternatif dari Mir Rusia yang sebelumnya digunakan di Rusia sebagai sistem pembayaran bersubsidi negara.

Sebelumnya dilaporkan bahwa bank milik negara Turki Halkbank, VakıfBank dan Ziraat Bank memutuskan untuk tidak menggunakan sistem pembayaran Mir Rusia.

Pekan lalu diketahui bahwa karena sanksi Inggris dan Amerika Serikat, bank Turki Isbank dan Denizbank juga berhenti melayani kartu-kartu dari Mir Rusia.

Menurut publikasi tersebut, kepala Bank Sentral, Shahap Kavcioglu berpendapat bahwa perdagangan antar negara harus dilakukan dengan mata uang nasional.

Secara khusus, jika bank Rusia yang tidak terkena sanksi menerima sistem pembayaran Troy Turki atau jika mereka membuka rekening di bank Turki yang beroperasi di Federasi Rusia, maka turis Rusia dapat menggunakan kartu ini di negara mereka.

Baca juga: Vladimir Putin Tandatangani UU Tentang Masuknya Donest ke Federasi Rusia

Baca juga: Putri Candrawathi & Masker Putih, Istri Ferdy Sambo 4 Kali Tampil ke Publik Bikin Warganet Penasaran

Tercatat bahwa sistem ini dikendalikan langsung oleh Turki. Oleh karena itu, akan sulit bagi Amerika Serikat untuk ikut campur tangan dalam situasi tersebut.

Sebelumnya, muncul informasi di media bahwa Turki sedang mempertimbangkan kemungkinan membuat bank baru untuk bekerja dengan kartu dari sistem pembayaran Rusia Mir.

Pada akhir September, sebuah protes diadakan di Antalya, Turki karena penolakan bank-bank Turki dari sistem Mir Rusia di bawah tekanan dari Barat.

Menurut sekretaris pers Presiden Federasi Rusia Dmitry Peskov, bank-bank milik negara di Turki memutuskan untuk meninggalkan sistem pembayaran Mir karena tekanan dari Amerika Serikat. (Nazela)

SUMBER: Aif.ru


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Vladimir Putin Tandatangani UU Tentang Masuknya Donest ke Federasi Rusia

Baca juga: Denny Darko Minta Korban KDRT Harus Berani Bicara: Tiru apa yang sedang terjadi

Baca juga: Putri Candrawathi & Masker Putih, Istri Ferdy Sambo 4 Kali Tampil ke Publik Bikin Warganet Penasaran

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved