Pemilihan Presiden 2024

Partai Nasdem Harus Segera Lakukan Ini Jika Ingin Anies Baswedan Ikut Pemilihan Presiden 2024

Untuk memuluskan langkah Anies Baswedan agar bisa maju di Pemilihan Presiden 2024, Partai Nasdem harus melakukan berbagai langkah.

Editor: Rahimin
tangkap layar youtube wartakota
Anies Baswedan calon presiden dari Partai Nasdem saat memberikan sambutan, Senin (3/10/2022) di Nasdem Tower. Partai Nasdem Harus Segera Lakukan Ini Jika Ingin Anies Baswedan Ikut Pemilihan Presiden 2024 

TRIBUNJAMBI.COM - Partai Nasdem sudah resmi deklarasi mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden untuk Pemilihan Presiden 2024.

Deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden dari Partai Nasdem dikatakan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Nasdem Tower, Senin (3/10/2022).

Namun, untuk memuluskan langkah Anies Baswedan agar bisa maju di Pemilihan Presiden 2024, Partai Nasdem harus melakukan berbagai langkah.

Untuk bisa membawa Anies Baswedan maju di Pemilihan Presiden 2024, Partai Nasdem harus berkoalisi dengan partai lain.

Partai Nasdem harus koalisi dengan partai lain agar mencapai ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold dan bisa mengusung calon presiden.

"Deklarasi pencalonan presiden Anies Baswedan oleh Partai Nasdem tidak secara otomatis menjamin langkah Gubernur DKI tersebut melengggang mulus sebagai kontestan di Pemilihan Presiden 2024," kata Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro kepada Kompas.com, Senin (3/9/2022).

Presidential Threshold diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pasal itu menyebutkan partai politik atau gabungan partai politik harus memenuhi ambang batas pencalonan presiden 20 persen dari jumlah kursi DPR atau 25 persen dari suara sah nasional pada pemilu sebelumnya.

Partai Nasdem memiliki 59 kursi DPR RI. Sedangkan perolehan suara partai besutan Surya Paloh itu pada Pemilu 2019 sebesar 12.661.792 atau 9,05 persen.

"Bukan hal mudah menggenapkan dukungan tersebut," kata Bawono Kumoro.

Beberapa bulan terakhir Partai Nasdem tampak mesra dengan Partai Demokrat dan PKS.

Namun, dikatakan Bawono, dinamika politik belakangan mengisyaratkan bahwa rencana koalisi ketiga partai berlangsung alot.

Sebab, perbedaan pendapat soal bakal calon presiden dan wakil presiden yang hendak diusung ketiga partai.

Bawono menduga, Partai Nasdem, Demokrat, maupun PKS punya jagoan masing-masing untuk diusung sebagai calon maupun calon wakil presiden.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved