Berita Jambi

Pembangunan Jembatan Penghubung Jambi-Riau Menghabiskan Anggaran Sekitar Rp 90 Miliar

Selain itu, jembatan tersebut merupakan penghubung Jambi- Riau direncakan akan dibangun 2023-2024 mendatang. 

Penulis: Sopianto | Editor: Rahimin
tribunjambi/sopianto
Pj Bupati Tebo Aspan. Pembangunan Jembatan Penghubung Jambi-Riau Menghabiskan Anggaran Sekitar Rp 90 Miliar 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Pembangunan jembatan penghubung Jambi- Riau bakal menghabiskan anggaran sekitar Rp 90 Miliar.

Jembatan tersebut merupakan penghubung di atas Sungai Batanghari di Kecamatan VII Koto Ilir,Kabupaten Tebo tepatnya di Dusun Sago Desa Peseban, ke Desa Pasir Mayang akan segera dibangun. 

Selain itu, jembatan tersebut merupakan penghubung Jambi- Riau direncakan akan dibangun 2023-2024 mendatang. 

Data yang berhasil dihimpun Tribunjambi.com anggaran untuk pembanguanan jembatan menghabiskan Rp 90 Miliar. 

Kepala Desa Peseban Edi Saputra menyampaikan pembangunan jembatan merupakan kabar gembira dan disambut baik masyarakat Kecamatan VII Koto Ilir.

Pembangunan jembatan penghubung, kata Edi, pihak desa dan tokoh masyarakat membetuk panitia untuk pembebasan lahan dan hibah. 

"Selain untuk titik jembatan akses jalan juga dilakukan sosialisasi," ujarnya. 

Sementara, Pj Bupati Tebo H Aspan mengatakan, dari pengajuan yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), perencanaan pembangunan jembatan sudah disampaikan dari 2021.

"Ini kita tunggu, kemarin bersama OPD untuk menanyakan apa yang menjadi kendala," katanya.

Dijelaskan Aspan, hasil komunikasi dengan Balai Jembatan Kementerian PUPR RI, persetujuan pembangunan sudah dikeluarkan lisensinya. 

Menurut Aspan, Balai jembatan menetapkan akan dibangun 2023-2024 dengan anggaran sekitar Rp 90 Miliar.

Soal penamaan yang sebelumnya jembatan VII Koto Ilir, dari desain yang diajukan ke Kementerian PUPR RI nama jembatan ditetapkan menjadi Jembatan Batanghari Paseban.

Untuk itu, Aspan berharap Desa Paseban jangan main-main lagi dengan lahan. Jangan sampai ada persoalan lagi, jangan sampai ketika proyek berjalan persoalan yang timbul.

"Tidak ada ganti rugi lahan, tidak ada. Kami sudah menandatangani penyataan tidak ada ganti-rugi tanah dan tanaman," katanya, Sabtu (1/10/2022). 

Jika nantinya permasalahan lahan timbul, dan ada yang mempermasalahkan lahan, akan dilakukan revisi ulang soal lokasi.

Aspan menambahkan, untuk membawa anggaran pusat Pemda harus berjibaku bersaing dengan daerah lain. (*)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Warga Pertanyakan Ganti Rugi Soal Pembangunan Jembatan di VII Koto Ilir Tebo

Baca juga: Bertemu Pj Bupati Tebo Aspan, Warga Rimbo Ilir Tebo Minta Alat Pertanian

Baca juga: Pj Bupati Tebo Buka PBAK IAI Tebo, Aspan: Organisasi Mahasiswa Itu Penting

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved