Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Mencekam, Suporter Panik Karena Gas Air Mata, Menumpuk di Pintu Stadion dan Sesak Napas

Tragedi tewasnya ratusan suporter seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Sabtu (1/20/2022) malam sungguh memilukan.

Editor: Deddy Rachmawan
(SURYAMALANG.COM/Purwanto)
Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam. 

TRIBUNJAMBI.COM, MALANG - Tragedi tewasnya ratusan suporter seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/20/2022) malam sungguh memilukan.

Data pihak kepolisian setidaknya mencatat sementara ada 127 korban tewas dalam kejadian itu.

Bukan hanya suporter, tapi dua anggota kepolisian juga menjadi korban tewas kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Suasana mencekam dan kepanikan itu disaksikan langsung oleh Dwi, salah satu saksi mata di Stadion Kanjuruhan.

"Saya lihat ada banyak orang terinjak-injak, saat suporter berlarian akibat tembakan gas air mata," ungkap Dwi saat ditemui di Stadion Kanjuruhan, Sabtu malam.

Menurut dia adanya tembakan gas air mata membuat suporter sesak napas karena padatanya suporter saat itu.

Baca juga: PSSI Segera Investigasi Tragedi Kerusuhan Laga Arema FC vs Persebaya FC

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Nico Afinta mengatakan, pihaknya menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang merangsek turun ke lapangan.

Dikutip dari Kompas.com menurut Nico, akibat tembakan gas air mata itu, para suporter berlarian dan menumpuk di pintu stadion hingga mengalami sesak napas.

"Sehingga, para suporter berlarian ke salah satu titik di pintu 12 Stadion Kanjuruhan. Saat terjadi penumpukan itulah banyak yang mengalami sesak napas," ungkapnya dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Minggu (2/10/2022) pagi.

Nico menyebut, ada 127 korban tewas atas insiden tersebut. 34 orang tewas di Stadion Kanjuruhan dan 93 orang lainnya tewas di rumah sakit.

Baca juga: Imbas 127 Suporter Tewas, Arema Terancam Sanksi Berat dari PSSI

"Dari jumlah itu, 34 orang tewas di Stadion Kanjuruhan dan 93 orang lainnya tewas di rumah sakit," jelasnya.

Kerusuhan suporter terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

Kerusuhan dipicu oleh kekalahan Arema FC atas Persebaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.

Laga ini sendiri berlangsung dalam tensi tinggi. Beberapa kali pemain di lapangan terlibat cekcok. Skor berakhir 2-3 dengan kemenangan untuk Persebaya Surabaya.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved