Kabar Duka, Rektor ITSNU Jambi Prof Lias Hasibuan Meninggal Dunia
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Innalillahi wainnailaihi rojiun, Jambi kembali kehilangan putra terbaiknya dibidang pendidikan.
Prof Dr H Lias Hasibuan, MA bin Baginda Manahan Hasibuan, Rektor ITSNU Jambi dan Guru besar Universitas Negeri Islam Sultan Thaha Saifuddin Jambi telah berpulang rahmatullah.
Dikabarkan almarhum berpulang pada pukul 23.10 WIB di RSUD Raden Mattaher Jambi, Sabtu (1/10/2022).
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Univeritas Negeri Islam Sultan Thaha Saifuddin Jambi Dr Bahrul Ulum, M.A.mengatakan almarhum meninggal dunia cukup mendadak.
"Saya masih tanyakan sama pengurus ITSNU sakitnya apa, soalnya almarhum meninggal cukup mendadak," ujarnya, Minggu (2/10/2022) pagi.
Di mata Bahrul Ulum, almarhum memiliki keteladanan dan komitmen yang kuat dalam menjalankan amanah.
Wakil Rektor Univeritas Negeri Islam Sultan Thaha Saifuddin ini menceritakan dia sudah mengenal almarhum cukup lama, mulai dari guru di Aliyah sampai sama sama menjadi Pendiri ITSNU Jambi.
"Beliau ketua panitia dan saya sekretaris panitia. Sebagai ketua panitia pendirian ITSNU beliau sangat gigih untuk berjuang mewujudkan pergurian tinggi milik NU Jambi, yang diberi nama ITSNU Jambi," ujarnya.
Bahrul Ulum menceritakan, almarhum sangat intens untuk meyakinkan Kemendikbud RI, PBNU, pemerintah Provinsi Jambi, tokoh NU dan masyarakat Jambi agar ITSNU berdiri di Jambi. Bahkan dana pribadi juga banyak beliau keluarkan terutama saat akan visitasi dari tim Dikbud sebelum kluar izin ITSNU Jambi.
"Selama kenal, keteladanan utama dari beliau adalah komitmennya yang kuat dalam menjalankan amanah, seperti terlihat dalam mengajar yang terencana dan disipilin yg tinggi," ujarnya.
Sementara itu Dr Masiyan, Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan dan kerja sama luar Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) juga memiliki kenangan yang cukup baik dengan Prof Lias.
Di mata Dr Masiyan Almarhum merupakan orang yang baik, sangat humble. Sering bercanda ceplas ceplos, sebagaimana orang Medan lainnya.
"Dengan sifat seperti itu beliau sering menyampaikan buah pikiran yang kadang berbeda dengan yang lain," ujarnya menutup pembicaraan.
Hal yang sama juga di rasakan Dr Fadilah Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Univeritas Negeri Islam Sultan Thaha Saifuddin.
Di mata Dr Fadilah, almarhum adalah seorang guru besar bidang pendidikan, juga tokoh NU, totalitas pemikiran dan gerakaannya untuk kemajuan pendidikan khususnya Jambi.
Sangat panjang story perjuangan almarhum dari pengembangan aspek pengembangan madrasah dan masih banyak lagi.
Terakhir almarhum berhasil mengawal berdirinua Institut Teknologi dan Sain Nahdlatul Ulama Jambi.
"Saya sebagai Dekan FTK, sebagai adik, yunior, dan sahabat merasa sangat kehilangan dan berduka mendalam. Beliau adalah teman diskusi yang baik, lugas dan tegas," ujarnya.
"Selamat jalan Bang, Karya dan pemikiranmu akan selalu hidup bersama kami yang ditinggalkan," ujar Dekan FTK Univeritas Negeri Islam Sulthan Thaha Syaifuddin ini.
Semasa hidup, selian menjadi Rektor ITSNU Jambi, almarhum juga menjadi guru besar di UIN Jambi yang mendedikasikan ilmunya di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Prodi Manajemen Pendidikan Islam serta menjadi Anggota Senat UIN Sutha Jambi.
Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Univeritas Negeri Islam Sultan Thaha Saifuddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Iias-hasibuan.jpg)