Berita Batanghari

46 Hektare Sawah Petani di Batanghari Gagal Panen Gegara Banjir dan Serangan Hama Tikus

Puluhan hekatre sawah yang rusak tersebut terdapat di Kecamatan Batin XXIV dan Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari.

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
Tribunjambi.com/Musawira
Mara Mulya Pane Kepala TPH Kabupaten Batanghari. 46 Hektare Sawah Petani di Batanghari Gagal Panen Gegara Banjir dan Serangan Hama Tikus 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Lahan sawah seluas 46 hekatre di Kabupaten Batanghari terancam gagal panen tahun ini.

Puluhan hekatre sawah yang rusak tersebut terdapat di Kecamatan Batin XXIV dan Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari.

Adapun kerusakan itu disebabkan musibah lahan yang terendam banjir sehingga padi petani berakibat pada gagal panen.

Tidak hanya tergenang banjir, sebagian padi petani terkena hama tikus.

Berdasarkan data yang masuk di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Batanghari di Kecamatan Batin XXIV ada di Desa Karmeo dengan ada dua Kelompok Tani yaitu Tunas Muda dan Kelompok Tani Tunas Baru

Untuk Tunas Muda seluas 17.15 hektare dan Tunas Baru seluas 22.15 hektare. Jadi totalnya yang terkena banjir yaitu 39.03 hektare.

Kemudian, di Desa Rantau Puri, Muara Bulian dari Kelompok Tani Jaya Bersama Ulu seluas 6.5 hektare yang terkena hama tikus.

“Saya sadari bahwa sawah kita ini dengan kondisi lahan tadah hujan di mana memang berada dipinggiran Sungai Batanghari. Disaat curah hujan pada September ini cukup tinggi sehingga menggenangi lahan-lahan sawah petani kita,” kata Mara Mulya Pane Kepala TPH Batanghari.

Untuk petani yang terdampak ini sudah termasuk penerima Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Kita berharap, ini akan diklaim sehingga kerugian dari petani yang diakibatkan oleh banjir dan serangan hama tikus bisa mendapat klaim dari AUTP,” ujarnya.

Secara keseluruhan Kabupaten Batanghari mengajukan premi untuk AUTP ini sebanyak 162.97 hektare dari jumlah itu yang terdata dan fuso seluas 46 hektare.

Pemerintah sangat tidak menginginkan kejadian ini. Dinas TPH selalu menggerakan petani untuk mengikuti AUTP. 

Dengan mengikuti AUTP, petani mendapat subsidi oleh pemerintah untuk 1 hektare premi yang dibayarkan ke pihak asuransi sebesar Rp180 ribu. Artinya pemerintah sudah menalangi sebanyak 80 persen maka petani diharapkan membayar 20 persennya.

“Dari Rp180 ribu per hektare tadi petani hanya mengeluarkan biaya Rp36 ribu per hektare,” pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: 47 Hektare Sawah di Kabupaten Batanghari Gagal Panen, Kadis TPH: Petani Sudah Ajukan AUTP

Baca juga: 3 RT di Desa Pulau Pandan Terendam Banjir, Belasan Hektare Sawah Warga Ikut Tenggelam

Baca juga: Menghitung Produksi Padi Sawah di Muaro Jambi

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved