Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ini Upaya Komisi Kejaksaan Agar JPU Aman dari Intervensi

Kasus Pembunuhan Brigadir J, Komisi Kejaksaan akan tempatkan semua JPU di tempat khusus berupa safe house untuk mengurangi intervensi

TRIBUNJAMBI/ALDINO
Ayah dan ibu Brigadir Yosua Hutabarat saat acara refleksi mengenang Brigadir J, yang digelar di Kota Jambi, Jumat (23/9/2022) malam 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Komisi Kejaksaan (Komjak) memiliki perhatian khusus pada jaksa penuntut umum yang menangani perkara kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Ada kekhawatiran terjadi intervensi kepada jaksa yang ditunjuk sebagai jaksa penuntut umum, yang jumlahnya lebih dari 30 orang.

Demi peradilan yang fair dan objektif, pengaruh pihak luar yang mungkin terjadi terhadap para jaksa penuntut umum harus diminimalisir.

Ketua Komjak, Barita Simanjuntak, mengatakan semua JPU yang ditunjuk menangani perkara pembunuhan Brigadir J ini akan ditempatkan di tempat khusus berupa safe house.

"Itu langkah yang akan ditempuh. Masyarakat menganggap ini akan banyak intervensi," kata Barita saat dikonfirmasi, Kamis (29/9/2022).

Dia mengatakan langkah ini untuk meyakinkan publik soal kekhawatiran terhadap persidangan yang akan dipengaruhi pihak luar.

"Harus ada antisipasi dari resiko terhadap apa yang dianggap publik itu," ucap dia.

Bahkan kata Barita Simanjuntak, pihak kejaksaan juga lakukan pengamanan sarana komunikasi JPU dengan melakukan penyadapan sementara.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawati Tak Siap Ditahan, Kuasa Hukum Akan Ajukan Surat ke JPU

Dia menjelaskan, kejaksaan merupakan intelijen penegakan hukum, yang memiliki kewenangan untuk menjalankan penyadapan sementara itu.

Barita Simanjuntak menjelaskan ini dilakukan agar JPU bekerja profesional, aman, serta untuk memudahkan koordinasi.

"Juga untuk menghindari alasan-alasan teknis dalam proses penuntutan," jelasnya.

Dia mengatakan proses seperti ini bukan kali ini saja terjadi.

"Ini hal yang biasa dipersiapkan saat menangani tugas-tugas penuntutan yang berkas perkaranya banyak dan jadwal persidangan yang padat serta ketat," ucapnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menyatakan berkas perkara para tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat sudah lengkap.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved