Gas 3 Kg Harus Sesuai HET, Yon Heri: Di Atas Itu Pelanggaran, Laporkan ke Kami

Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Koperindag minta warga laporkan penjual gas LPG 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 17 ribu.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Darwin
Kepala Dinas Koperindag Kota Jambi, Yon Heri. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Koperindag minta warga laporkan penjual gas LPG 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 17 ribu.

Kepala Dinas Koperindag Kota Jambi, Yon Heri menyebutkan bahwa penjualan gas LPG 3 Kg di luar harga HET merupakan pelanggaran.

Maka jika hal tersebut ditemukan maka pihaknya akan memberikan sanksi.

"Secara administratif itu kalau kita temukan akan kita berikan tindakan, terakhir itu PHO, pencabutan izin," katanya, Kamis (29/9/2022).

Sehingga siapapun yang berhak mendapatkan gas di pangkalan tersebut sudah tercatat di look book secara by name by addres. 

"Kalau kawan kawan melakukan pemantauan disitu ada look book, di dalam look book itu ada Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kartu pelanggan juga berdasarkan look book, jadi singkron," ujarnya.

Baca juga: Warga Jambi Selatan Kota Jambi Diduga Menjual Gas 3 Kg Secara Bebas

Jika pelanggan di pangkalan tersebut 200 orang, maka kartu pelanggan yang dikeluarkan itu berdasarkan jumlah pelanggan yang dimiliki. 

Untuk Kota Jambi memiliki kuota gas sebanyak 15.870 metrik ton, atau dikonversikan ke tabung, maka Kota Jambi mendapatkan kuota sebanyak 440.000 tabung per bulan.

Jumlah itu dikatakan Yon Heri lebih dari cukup jika rata-rata kebutuhan tabung gas berdasarkan kartu pelanggan yakni empat tabung per rumah tangga dan delapan tabung untuk UMKM.

Sehingga saat ini pihaknya saat ini memaksimalkan kartu pelanggan tersebut untuk masyarakat sehingga distribusi tepat sasaran.

Kepada Camat dan Lurah diminta Yon Heri agar memaksimalkan pendataan. Sehingga tidak terjadi penolakan bagi warga yang seharusnya mendapatkan gas karena tidak memiliki kartu pelanggan.

Baca juga: Kuota Gas LPG Kabupaten Sarolangun Berkurang

"Camat dan Lurah mohon maksimalkan pendataan, jangan sampai nanti ada warga yang layak mendapatkan gas LPG tetapi tidak memiliki kartu pelanggan langsung ditolak pangkalan," katanya.

Namun jika pemilik kartu pelanggan kesulitan mendapatkan gas maka diminta untuk melaporkannya ke Dinas Koperindag Kota Jambi.

Yon Heri mengakui bahwa kadang kala terjadi pengurangan jatah. Namun pengurangan tersebut tidak terjadi selamanya. Pengurangan itu dikatakannya tergantung pada Kitir yang dimiliki masing masing pangkalan.

"Misalnya pangkalan punya kitir satu bulan 560 tabung. Mungkin kadang kadang dalam satu bulan itu ada lima minggu, jatahnya tetap 560 tabung. Mungkin ada satu minggu yang off, jadi mereka harus menata ulang jadwal distribusi gas ke masyarakat. Itu mekanisme di pangkalan," katanya.

Baca juga: Listrik 450VA Batal Dihapus, Wacana Pengalihan LPG ke Kompor Listrik Dibatalkan

Dia pun menegaskan bahwa kuota tabung gas untuk Kota Jambi tidak mengalami pengurangan. 

"Jatah Kota Jambi dari Pertamina itu sampai sekarang tidak mengalami pengurangan," tegasnya. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved