Pemilihan Presiden 2024

Anies Hanya Tertawa Dilaporkan ke Bawaslu soal Brosur yang Disebar di Malang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan ke Bawaslu terkait tersebarnya tabloid bertajuk 'Mengapa Harus Anies' di beberapa masjid beberapa hari

Editor: Heri Prihartono
Richard Susilo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan ke Bawaslu terkait tersebarnya tabloid bertajuk 'Mengapa Harus Anies' di beberapa masjid beberapa hari lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan ke Bawaslu terkait tersebarnya tabloid bertajuk 'Mengapa Harus Anies' di beberapa masjid beberapa hari lalu.

Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Bawaslu RI.


"Kita hari ini melapor ke Bawaslu RI terkait dengan dugaan terjadinya kampanye terselubung yang dilakukan oleh Anies, pendukung anies Baswedan di Kota Malang," kata Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi Miartiko Gea.

Anies dituding telah melanggar tahapan pemilu.

"Kami melihat bahwa ini menjadi salah satu poin pelanggaran karena tahapan pemilu kan sudah mau mulai. Maka, kami dari Kornas PD menganggap bahwa ini masuk kategori pelanggaran pemilu. Lalu kami melaporkan ke Bawaslu RI untuk mulai diproses," ujarnya.

Miartiko tak ingin politik identitas dipermainkan dalam kontestasi politik. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menganggu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Ini akan menjadi ancaman disintegritas bangsa. Politik harus lebih beradab dan lebih etis, jangan kemudian melakukan pelanggaran pelanggaran yang menimbulkan perpecahan bangsa," kata Miartiko.


Anies mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya dilaporkan ke Bawaslu RI.


"Hahaha. Memang ada laporan itu?" kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat pada Selasa (27/9/2022).

Anies Baswedan enggan berkomentar lebih lanjut terkait hal tersebut. Anies mengaku saat ini fokus menyelesaikan masa baktinya sebagai kepala daerah hingga 16 Oktober mendatang.

"Saya ngurusin Jakarta dulu deh. Belum ngurusin yang lain," imbuhnya.

Sebelumnya kritik terhadap brosur Anies Baswedan disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak.

Gilbert menilai tabloid itu merupakan bagian dari kampanye jelang Pilpres 2024.


"Saya lihat tabloid yang isinya pesanan, bukan news. Maksudnya lebih cocok jualan di tempat ibadah, seperti kampanye dini," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved