Berita Jambi

Jaksa Kembalikan Dua Berkas Dugaan Korupsi Puskesmas Bungku Batanghari, Lima Berkas Lengkap

Jaksa Peneliti perkara korupsi Puskesmas Bungku, Kabupaten Batanghari kembalikan dua berkas perkara pada Penyidik Dirreskrimsus Polda Jambi.

TRIBUNJAMBI.COM
Lexy Fatharany Kurniawan, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jaksa Peneliti perkara korupsi Puskesmas Bungku, Kabupaten Batanghari kembalikan dua berkas perkara pada Penyidik Dirreskrimsus Polda Jambi.

Diketahui kasus ini telah ditetapkan tujuh orang Tersangka dengan inisial AB, MF dan DH yang berperan sebagai pelaksana kegiatan, EY, AG RH dan ZF selaku ASN Pemkab Batanghari.

Sesuai berkas perkara yang disampaikan Penyidik seluruh tersangka diduga melaksanakan pekerjaan hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 6,3 miliar dari kontrak sebesar Rp 7,2 miliar.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Jambi Lexy Fatharany menjelaskan bahwa hingga saat ini baru lima berkas perkara yang sudah dinyatakan lengkap atau P-21. Namun belum dilakukan tahap II yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke Penuntut Umum.

"Dua berkas perkara masih belum lengkap dan sudah diberi petunjuk untuk dipenuhi," ujarnya, Selasa (27/9/2022).

Sesuai berkas perkara para tersangka disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 UU No.31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Lexy menjelaskan jika berkas perkara yang sudah dikembalikan ke penyidik Polda Jambi setelah diteliti Jaksa penyidik.

"Jaksa telah meneliti dua berkas perkara kasus korupsi Puskesmas Bungku dan hasilnya masih belum lengkap sehingga dikembalikan ke Penyidik beserta Petunjuk (P-19) untuk dipenuhi," jelas Lexy.

Sebelumnya diberitakan, Subdit III, Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi berhasil mengungkap korupsi proyek pembangunan Puskesmas Bungku, Batanghari.

Sebanyak tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dalam paket proyek senilai Rp7 miliar lebih itu.

Satu di antara terduga pelaku merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Elfie Yennie.

Penyidik ungkap ungkap peran Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, EY sebagai tersangka korupsi pembangunan Puskesmas Bungku senilai Rp 6.353.034.508,39.

Direktur Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Chirstian Tory, melalui Kasubdit III Tipikor, AKPB Ade Dirman mengatakan, EY memerintahkan agar proses pencairan atau serah terima dengan PHO dengan progres 100 persen, meski progres pembangunan baru mencapai 88,76 persen.

"Ini atas perintah Kepala Dinas Kesehatan Batanghari agar progres yang baru 88 persen langsung dicairkan 100 persen," kata Ade, Kamis (15/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved