Berita Batanghari

Pemkab Batanghari Minta Petani Percepat Musim Panen Padi, Ada Puluhan Hektare Bisa Terapkan Ip 200

Pane mengucapkan syukur tampaknya di tahun ini kondisi cuaca masih bersahabat dengan petani, sebagai besar produksi padi cukup bagus.

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
istimewa
Penyuluh di Kabupaten Batanghari saat mendampingi petani dalam memanen padi di sawah. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Tercatat di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) untuk luas tanam padi periode April-September 2022 ini seluas 5.019 hektare dari total sasaran seluas 8.134 hektare di Kabupaten Batanghari.

Dari jumlah tersebut setidaknya untuk sementara petani di Batanghari sudah memanen padi sawah seluas 3.049 hektare lahan dari yang ditargetkan 7.819 hektare. 

Perkiraan produksi ton padi sawah dari luasan yang sudah dipanen di Batanghari saat ini sebanyak 15.258 ton dari jumlah target 39.695 ton padi.

“Sebagian dari petani sudah mulai panen. Allhamdullilah sampai saat ini dari luasan tanam padi sawah yang ada di Batanghari sudah 3.000 hektare sawah sudah dipanen,” kata Mara Mulya Pane Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Batanghari, Senin (26/9/2022).

Pane mengucapkan syukur tampaknya di tahun ini kondisi cuaca masih bersahabat dengan petani, sebagai besar produksi padi cukup bagus.

“Produktivitas yang kita laksanakan di beberapa tempat umbinan bervariasi dari 3 ton sampai 7 ton. Secara keseluruhan produksi kita diangka 5 ton per hektare ini gabah kering panen,” ujarnya.

Masa panen ini masih terus berlanjut hingga Oktober nanti, sebagian besar di lapangan misalnya di Kecamatan Pemayung masih ada beberapa luasan yang belum dipanen.

“Mudah-mudahan Oktober ini semua sudah selesai dipanen karena mengingat di wilayah kita ada beberapa lokasi yang bisa ditingkatkan untuk 2 kali tanam setahun atau Ip 200,” harapnya.

Ip200 yang ditingkatkan itu adalah untuk penangkaran seluas 60 hektare sehingga dari luasan itu mampu menghasilkan bibit benih padi untuk memenuhi kebutuhan di Batanghari.

Penangkaran itu tersebar di dalam empat kecamatan yaitu Pemayaung seluas 40 hektare, Maro Sebo Ilir ada 8 hektare, Maro Sebo Ulu ada 5 hektare dan Muara Tembesi ada 7 hektare.

“Saya harapkan bisa diakomodir oleh Balai Pengawasan Sertifikat Benih sehingga kita tidak menggunakan bibit dari luar daerah tetapi menggunakan dalam daerah kita sendiri. Dengan luasan 65 hektare ini harapan kita bisa memenuhi benih di Batanghari,” pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Hama Tikus Meresahkan, Rusak Tanaman Padi Petani di Kerinci

Baca juga: Aktivitas PETI di Sarolangun Mulai Mengancam Lahan Pertanian Padi

Baca juga: Petani Masuki Musim Panen Padi, Dinas TPH Sebut Belum Ada Ancaman Serangan Hama di Batanghari

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved