Berita Jambi

Kepala OJK Provinsi Jambi Sebut Trend Perkembangan Industri Jasa Keuangan Positif

Kepala Perwakilan OJK Provinsi Jambi, Yuda Nugraha Kurata sebut adanya peningkatan dan trend positif indutri jasa keuangan di Provinsi Jambi.

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik
Kepala Perwakilan OJK Provinsi Jambi, Yuda Nugraha Kurata 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Perwakilan OJK Provinsi Jambi, Yuda Nugraha Kurata sebut adanya peningkatan dan trend positif indutri jasa keuangan di Provinsi Jambi.

Hal itu disampaikannya usai memberikan bantuan 1.500 paket sembako kepada masyarakat. Ia mengatakan peningkatakan itu terlihat mulai dari total aset, kredit, perbankan, asuransi dan pasar modal yang mengalami pertumbuhan positif.

"Hingga semester I ini ya, saat ini aset tercatat 77.48 trilyun tumbuh sebesar 8.72 persen secara Year On Year (YoY) sampai dengan semester I 2022, kemudian pihak ketiga 44.36 trilyun tumbuh sebesar 7.32 persen secara YoY. Kemudian kredit sebesar 45.93 trilyun tumbuh sebesar 5.64 secara YoY, dan resiko NPL nya nih istilahnya kredit bermasalahnya hanya sebesar 2.01 persen terjaga dibawah treshlold 5 persen, itu dari sisi perbankan," kata Yuda, Senin (26/9).

Tak hanya itu, Yuda kemudian menjelaskan pertumbuhan yang terjadi pada asuransi dan pasar modal.

Baca juga: AKBP M Hassan Dicopot Dari Jabatan Kapolres Batanghari, Ditempatkan di Pamen Yanma Polri

Baca juga: Bahan Petasan yang Dipesan April 2021 Disebut Sumber Ledakan di Asrama Brimob di Sukoharjo Jateng

"Kemudian dari sisi perasuransian ya, asuransi sampai Juni, premi yang diterima perusahaan asuransi jiwa tercatat sebesar 422.48 milyar ini yang konvensional ya. Kemudian sebesar 83.61 milyar asuransi syariah. Kemudian premi asuransi umum sebesar 204.68 milyar konvensional, dan 4.33 milyar untuk yang syariah. Kemudian pasar modal, ini jumlah Single Investor Identification (SID), nasabah ya di Provinsi Jambi di tahun 2021 naik 106.55 persen dibandingkan dengan tahun 2020. Nah sampai dengan Juni 2022 naik lagi 20.32 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2021," jelasnya.

Ia pun mengatakan peningkatan pasar modal itu didominasi anak muda yang berinvestasi. Dan ia mengatakan belum ada gangguan atau resiko terkait adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Alhamdulillah sejauh ini belum ada ya, mudah-mudah kita bisa bersama mengurangi resiko negatif," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Goggle News

Baca juga: AKBP M Hassan Dicopot Dari Jabatan Kapolres Batanghari, Ditempatkan di Pamen Yanma Polri

Baca juga: Bahan Petasan yang Dipesan April 2021 Disebut Sumber Ledakan di Asrama Brimob di Sukoharjo Jateng

Baca juga: Harga Minyak Goreng Senin (26/9/2022) - Bimoli 2L Rp 35 Ribu, Tropical 2L di Alfamart Rp 35.400

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved