Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Cerita Samuel Mengingat Kematian Hingga Masa Kecil Brigadir Yosua: Tak Tidur Jika Tak Telepon Mamak

Samuel Hutabarat menceritakan kebaikan dan kebiasaan Brigadir Yosua dari kecil hingga lulus dan mengabdi menjadi anggota Polri.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
TRIBUN JAMBI
Orangtua Brigadir Yosua, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak, menerima cinderamata di acara refleksi meninggalnya Brigadir J, Jumat (23/9/2022) malam. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Samuel Hutabarat, ayah almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua mengingat kembali tragedi kematian hingga masa kecil sang anak.

Kenangan dan peristiwa ini disampaikan Samuel Hutabarat dan Istrinya, Rosti Simanjuntak dalam acara Refleksi Dalam Lagu dan Cerita Brigadir Yosua Hutabarat.

Refleksi Dalam Lagu dan Cerita Brigadir Yosua Hutabarat ini diikuti Pemuda Batak Bersatu (PBB), GMKI Jambi, PMKRI dan GAMKI Muaro Jambi di Warkop Bunga Robusta, Mayang, Alam Barajo, Kota Jambi, Jumat (23/9/2022) malam.

Pada kesempatan tersebut, Samuel Hutabarat menceritakan kebaikan dan kebiasaan Brigadir Yosua dari kecil hingga lulus dan mengabdi menjadi anggota Polri.

Komnas HAM rilis foto Brigadir J setelah tewas ditembak di rumah Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022).
Komnas HAM rilis foto Brigadir J setelah tewas ditembak di rumah Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022). (Kolase)

"Dari kecil, hingga dewasa, yaiitu SD, SMP, SMA, dan sampai jadi Polisi, dia sangat sederhana dan semua teman-temannya mengakui itu," katanya.

Samuel Hutabarat menceritakan, almarhum Brigadir Yosua kerap memakai celana pendek dan sandal biasa, untuk menunjukkan kesederhanaannya.

Kata Samuel Hutabarat, Brigadir Yosua sangat sayang pada keluarga khususnya ke pada sang ibu.

Bahkan, brigadir Yosua tidak akan pernah tertidur jika dalam sehari tidak saling teleponan dengan sang ibu, Rosti Simanjuntak.

Pada kesempatan tersebut, Samuel Hutabarat juga menyampaikan bahwa tidak akan pernah menyerah untuk memperjuangkan keadilan bagi anaknya.

"Saya luruskan di sini, karena di media sosial dan youtube dibilang saya menyerah, tidak saya tidak akan menyerah. Hanya saja bingung melihat kasus anak saya yang sampai sekarang masih berjalan," katanya.

Samuel Hutabarat juga meminta agar masyarakat dan semua pihak tidak memfitnah anaknya terkait isu pelecehan seksual.

"Ada yang fitnah anak saya melakukan pelecehan, dan itu sudah terbantahkan. Itu sangat dikecewakan, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, apalagi anak saya yang sudah mati," tambahnya.

Sementara itu, Rosti Simanjuntak tak kuasa menahan tangis saat mengenang kembali masa kecil sang anak.

Rosti Simanjuntak mengatakan, Yosua merupakan berkat yang dititipkan oleh Tuhan bagi keluarganya, khususnya bagi dirinya, sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved