Volodymyr Zelensky Sebut 50 Tentara Ukraina Tewas Setiap Hari, Rusia Lebih Banyak

50 tentara Ukraina tewas setiap harinya dalam konflik melawan Rusia. Pernyataan ini dilontarkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Editor: Suci Rahayu PK
YouTube BBC NEWS
Kondisi tempat persembunyian tentara Ukraina yang berada di garis depan di Kharkiv. Terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut ada 50 tentara Ukraina yang tewas setiap harinya. 

TRIBUNJAMBI.COM - 50 tentara Ukraina tewas setiap harinya dalam konflik melawan Rusia.

Pernyataan ini dilontarkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Namun meski banyak tentara Ukraina tewas setiap harinya, Volodymyr Zelensky menyebut Rusia memiliki jumlah korban yang jauh lebih besar dibanding Ukraina.

Dikutip dari rt, dalam wawancaranya dengan media Prancis, Volodymyr Zelensky menyebut 50 korban tersebut belum tentu akurat.

"Angka tersebut tidak pasti, karena kita tidak tahu ada berapa tentara atau warga sipil yang berada di wilayah Ukraina yang kini dikuasai Rusia," ujar Volodymyr Zelensky.

Sementara itu Volodymyr Zelensky mengklaim korban jiwa di pihak Rusia lima kali lipat lebih besar dibanding Ukraina.

Sebelumnya pada Rabu (21/9/2022), Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah kehilangan sekira 6 ribu tentara semenjak Rusia menyerang Ukraina.

Baca juga: Menanti Sidang Ferdy Sambo Dkk, Pakar Sebut 3 Hukuman - Mati, Seumur Hidup atau 20 Tahun Penjara

Baca juga: Putri Candrawathi Bisa Manfaatkan UU TPSK Untuk Lindungi Ancaman Pasal 340 Kasus Tewasnya Brigadir J

Menteri Pertahan Rusia Sergei Shoigu menyatakan Ukraina telah kehilangan 61 ribu tentara dan sekira 49 ribu tentara mengalami luka-luka.

Berdasarkan keterangan Sergei, awalnya pasukan militer Ukraina berjumlah 202 ribu orang.

Sergei juga melaporkan pasukan militer Rusia telah membunuh sebanyak dua ribu tentara bayaran yang bekerja untuk Ukraina.

Rusia menyebut saat ini setidaknya ada seribu prajurit negara asing yang bergabung dengan pasukan militer Ukraina.

Sebelumnya diberitakan, beberapa pria di Rusia bergegas keluar dari negaranya pada Kamis (22/9/2022).

Dikutip dari Channel News Asia, para warga pergi dari Rusia setelah sang presiden, Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi.

Para warga lalu pergi dari Rusia ke perbatasan Finlandia dan Georgia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved