Pemilihan Presiden 2024

Strategi Puan Maharani Tingkatkan Elektabilitas Jelang Pilpres 2022 Kunjungi Pasar hingga Petani

Ketua DPR RI Puan Maharani genjot elektabilitas dengan safari politik jelang Pilpres 2024.

Editor: Heri Prihartono
Tribunsolo/Wardon Widianto
Safari Politik Puan Maharani di Pasar Jungke Karanganyar beberapa waktu lalu 

TRIBUNJAMBI.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani genjot elektabilitas dengan safari politik jelang Pilpres 2024.

Di antaranya dialog Puan Maharani dengan petani dan warga Desa Haurngombong, Pamulihan, Sumedang, Jawa Barat.

Putri Megawati Soekarnoputri menyatakan pentingnya  kesejahteraan petani di tengah agenda ketahanan pangan nasional.

"Ketahanan pangan penting. Apalagi mayoritas warga kita petani," katanya, Jumat (23/9/2022).

Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
 Puan Maharani lakukan safari politik di sejumlah daerah (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) ()

Puan meyakini kemajuan pertanian penting untuk menunjang ketahanan pangan di Indonesia.

Puan Maharani membeberkan sejumlah persoalan yang perlu diatasi untuk mencapai ketahanan pangan.

"Ketahanan pangan bukan hanya berarti pasokan pangan dalam negeri kita tercukupi, tetapi juga berarti petani kita produktif dan harus sejahtera," ujarnya.

Sekitar 3.000 warga termasuk dari kalangan petani turut hadir dalam kegiatan Puan Maharani,

Petani dapat bantuan berupa benih padi dan benih jagung masing-masing untuk 50 Ha, serta benih pisang cavendish dan benih jagung manis masing-masing untuk 30 Ha.

"Saya datang bawa bantuan untuk para petani. Laporkan kalau setelah saya pulang barang ini tidak diterima oleh Gapoktan, laporkan kepada saya," ujar Puan.


"Yang belum mendapat bantuan, tulis surat apa saja yang dibutuhkan. Insyaallah saya bantu solusinya," lanjutnya.

Seorang ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) bernama Dessi mengucapkan terima kasih atas bantuan dari DPR yang memfasilitasi pemberian bibit bagi masyarakat.

"Mandat bantuan sudah kami rasakan, kami sudah memanfaatkan lahan halaman untuk menanam sayuran. Produk sudah dipasarkan tapi kurang sarana transportasi. Kami mohon bantuan agar bisa masuk pasar modern," ucapnya.

Warga bernama Hadiguna mengatakan, ubi cilembu yang merupakan ikon daerah Haurngombong menjadi ubi unggulan dan sudah masuk pasar global. Bahkan kebutuhannya mencapai 50 ton dalam sehari.

"Tapi produksi 50 ton karena kekurangan lahan. Kalau ada HGU (hak guna usaha) lahan, kami minta memanfaatkannya," tutur Ketua Asosiasi Ubi Petani Cilembu tersebut.

Artikel ini diolah dari Wartakotalive

Baca juga: Megawati Belum Umumkan Capres 2024, Pendukung Puan Maharani dan Ganjar Pranowo Susun Strategi

Baca juga: Puan Maharani Didukung Dewan Kolonel, Kini Muncul Dewan Kopral Loyalis Ganjar Pranowo

Baca juga: Dewan Kolonel Dianggap Bisa Mendongkrak Elektabilitas Puan Maharani, Ini Alasan Pengamat

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved