Berita Jambi

Survei BPS: 5 Kabupaten di Provinsi Jambi Alami Kenaikan Jumlah Penduduk Miskin Ekstrim

Kepala Dinas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Agus Sudibyo mengatakan angka kemiskinan ekstrim di lima kabupaten terjadi peningkatan.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Suci Rahayu PK
ist
Pendataan BPS Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Agus Sudibyo mengatakan angka kemiskinan ekstrim di lima kabupaten terjadi peningkatan.

Berdasarkan jumlah penduduk miskin dan ekstrim Jambi, pada tahun 2022 terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Batanghari, Sarolangun, Muaro Jambi, Bungo dan Kerinci.

Kemiskinan ekstrem di definisikan sebagai mereka yang hidup di bawah US $1,9 PPP perhari atau sekitar Rp 11.941 per kapita per hari.

"Sebelumnya pada tahun 2021 jumlah penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Batang Hari berjumlah 4.122 jiwa sedangkan pada tahun 2022 alami peningkatan 4.792 jiwa," ucapnya. Jumat (23/09/2022).

Selanjutnya pada Kabupaten Sarolangun, pada tahun 2021 jumlah penduduk miskin ekstrem 2.539 jiwa sedangkan tahun 2022, 5.278 jiwa dan mengalami peningkatan sekitar 2.739 jiwa.

Muaro Jambi tahun 2021 capai angka 1.857 Jiwa, sedangkan 2022 di angka 2.350 alami perubahan sekitar 493 jiwa.

Baca juga: 581 Formasi PPPK Kerinci Disetujui Menpan RB

Baca juga: Selain Suka Olahraga, Anya Gerladine juga Pecinta Buku, Ini Daftar Koleksi Bukunya Terbaru

Kabupaten Bungo tahun 2021 di angka 2.352 pada tahun 2022 di angka 3.610, peningkatannya capai 1.258 jiwa.

"Selain itu ada juga Kabupaten lainya seperti Kerinci tahun 2021 capai angka 1.523 jiwa sedangkan 2022 di angka 4.132 jiwa alami perubahan sekitar 2.609, ," jelasnya.

Kemiskinan sendiri adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan).

Rilis ini merupkana rilis 1 Agustus 2022 yang merupakan hasil survei Maret 2022.

Sedangkan rilis terkait hasil survei angka kemiskinan di Provinsi Jambi dilakukan setahun 2 kali yaitu pada bulan Maret dan September.

"Karena sekarang bulan September dan kawan-kawan yang lain sedang melakukan survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS), yang tujuannya melihat tingkat kemiskinan di Provinsi, dan hari ini saya bisa sampaikan hasil rilis pada 1 Agustus 2022, yang merupakan hasil survei pada bulan Maret lalu," ujarnya. (Tribunjambi.com/Danang Noprianto)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Masyarakat Kota Sungai Penuh Merasa Dirugikan, Pembangunan Drainase Bikin PDAM Tak Ngalir

Baca juga: 581 Formasi PPPK Kerinci Disetujui Menpan RB

Baca juga: Wisata Alam Gratis di Tengah Kota Jambi, Bisa Berinteraksi dengan Hewan Loh

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved