Berita Tebo

Gegara Isi BBM Pakai Aplikasi, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Tebo

Akibatnya antrean panjang kendaraan pun terjadi di SPBU Km 2 tepatnya di Kelurahaan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo.

Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/SOPIANTO
Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU Tebo Tengah, Kabupaten Tebo. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Mulai diberlakukannya Elektronic Data Capture (EDC) yang membuat pekerjaan operator pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bertambah.

Akibatnya, antrean panjang kendaraan pun terjadi di SPBU Km 2 tepatnya di Kelurahaan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo.

Penanggungjawab SPBU Km 2 Novirianto mengatakan, operator harus mencatat Nomor Polisi (Nopol) kendaraan yang akan mengisi BBM terlebih dahulu.

Selain itu, pembelian BBM subsidi harus dibatasi untuk roda dua 10 liter dan roda empat 40 liter.

"Jatah dari pertamina 8 ton, jika tidak menggunakan aplikasi EDC kurang dari 3 jam sudah habis. Namun, karena menggunakan aplikasi penjualan bisa mencapai 3,5 jam hingga 4 jam," katanya.

Berbeda dengan masyarakat umum yang berharap mendapatkan BBM bersubsidi.

Ujang Sabri, mengaku telah mengantri sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.20 WIB.

Meskipun demikian dia tidak menjadikan itu permaslahan asalkan tetap mendapatkan BBM subsidi.

Menurutnya, penerapan EDC membuat pengisian lebih tertib dan memperkecil pengisian BBM subsidi yang dilakukan oleh operator kepada pelansir.

Apalagi pengisian BBM ini, langsung diawasi oleh aparat kepolisian.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved