Breaking News:

Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Brigjen Hendra Kurniawan Naik Jet Pribadi jenis Hawker Saat ke Jambi Temui Orangtua Brigadir Yosua

Brigjen Hendra Kurniawan diketahui mengunjungi keluarga Brigadir Yosua di Sungai Bahar beberapa jam setelah pemakaman Brigadir Yosua pada 11 Juli 2022

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rahimin
kolase tribunjambi.com
Brigjen Hendra Kurniawan dan Irjen Ferdy Sambo. Brigjen Hendra Kurniawan Naik Jet Pribadi jenis Hawker Saat ke Jambi Temui Orangtua Brigadir Yosua 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso menduga, Brigjen Hendra Kurniawan naik jet pribadi saat ke Jambi menemui orang tua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua.

Brigjen Hendra Kurniawan diketahui mengunjungi keluarga Brigadir Yosua di Sungai Bahar beberapa jam setelah pemakaman Brigadir Yosua pada 11 Juli 2022.

Menurut informasi, saat datang ke Jambi Brigjen Hendra Kurniawan naik jet pribadi.

Brigjen Hendra Kurniawan datang bersama sejumlah anggota Polri lainnya, termasuk yang dia bawa dari Jakarta, masuk ke rumah duka sekitar pukul 19.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjambi.com, Brigjen Hendra Kurniawan mendatangi Jambi mengunakan pesawat Jet Pribadi berjenis Hawker.

Dilansir dari Wikipedia Pesawat jet pribadi jenis Hawker ini merupakan produksi Hawker Beechcraft Corporation (HBC)

Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Tim Khusus (Timsus) Polri menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Tim Khusus (Timsus) Polri menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Di mana perusahaan ini membuat Beechcraft dan pesawat jet pribadi Hawker.

Hawker sendiri banyak di gunakan kalangan pengusaha sebagai transportasi privat di saat berpergian.

Berdasarkan informasi  Brigjen Hendra Kurniawan tidak sendirian mengunakan pesawat tersebut, ada sekitar lima orang yang menyertainya turun dari pesawat.

Narasumber Tribunjambi.com yang tidak mau di sebutkan namanya ini mengatakan dia tidak  mengetahui percis berapa lama pesawat tersebut berada di Jambi.

"Kayaknya pesawat jet tersebut datang mendadak deh,' ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Untuk diketahui, saat itu mantan Karo Paminal Div Propam Polri tersebut memberi penjelasan penyebab kematian Brigadir Yosua ke keluarganya.

Adapun kronologi dan motif yang disampaikannya kepada keluarga yang berduka itu adalah serupa dengan skenario yang dirancang Ferdy Sambo cs.

Brigjen Hendra Kurniawan yang datang naik jet pribadi ke Jambi menyisakan tanda tanya, soal dari mana asal usul uang untuk penyewaan pesawat itu.

Pertanyaan besar yang selama ini belum terjawab itu ditelisik lebih jauh oleh Indonesia Police Watch (IPW) untuk mendapatkan jawabannya.

Hasil temuan IPW, jet pribadi yang dinaiki oleh Brigjen Hendra Kurniawan dan rekan-rekannya itu diduga disediakan oleh mafia.

Pada keterangan tertulis yang disampaikan Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, jet pribadi tersebut dimiliki sosok yang berinisial RBT alias Bong.

"Private jet milik mafia berinisial RBT," kata Sugeng pada keteranganya, Senin (19/9/2022).

Dia menyebut, RBT alias Bong ini adalah Ketua Konsorsium Judi Online Indonesia atau disebut Konsorsium 303.

Sugeng menjelaskan, markas konsorsium tersebut hanya berjarak 200 meter dari Mabes Polri.

"Mereka bermarkas di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan. Hanya berjarak 200 meter dari Mabes Polri," kata Sugeng.

Sementara terkait jet pribadi yang dipakai oleh Brigjen Hendra Kurniawan, menurut temuan IPW berjenis Raytheon Hawker 859 XP dengan nomor registrasi T7-JAB.

"Itu sering dipakai AH dan YS dalam penerbangan bisnis Jakarta-Bali," ujar Sugeng.

Selain RBT, dia juga menduga ada keterlibatan YS dalam konsorsium 303.

"YS muncul dalam struktur organisasi Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 sebagai Bos Konsorsium Judi Wilayah Jakarta," ujarnya.

Dia juga menyebut, Neta S Pane saat menjabat Ketua IPW, pernah mendesak Satgas Merah Putih mengusut konsorsium demi menjaga marwah Polri.

IPW juga menduga, selain terlibat dalam kasus Ferdy Sambo, konsorsium 303 melibatkan RBT dan YS bakal memberi dukungan ke capres tertentu pada Pemilu mendatang.

Dukungan itu dilakukan untuk memuluskan jalan Ferdy Sambo menjadi Kapolri.

IPW mendesak Timsus yang telah dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut temuan ini.

IPW juga meminta Presiden Joko Widodo memberi atensi pada pemberantasan geng mafia tersebut.

"Saat Polri lakukan bersih-bersih di internal, aliran dana judi online yang masuk ke anggota-anggota Polri harus dibongkar secara terang benderang," kata Sugeng.

IPW juga berharap Timsus Polri membongkar peran Ferdy Sambo dalam dugaan penerimaan gratifikasi fasilitas penggunaan jet pribadi oleh Brigjen Hendra Kurniawan.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Brigjen Hendra dan Kombes Budhi Herdi Dicopot Intervensi Penanganan Tewasnya Brigadir J

Baca juga: Nama 15 Saksi Kasus Sidang Kode Etik Ferdy Sambo, Termasuk Brigjen Hendra Kurniawan

Baca juga: Temui Keluarga Brigadir Yosua, Brigjen Hendra Diduga IPW Disokong Konsorsium 303

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved