Perang Rusia Ukraina

Ukraina Kuasai Kota Izium dari Rusia, Ratusan Mayat Warga Sipil Ditemukan

Setelah menguasai kota Izium, pihak Ukraina menggali makam yang diduga korban invasi Rusia.

Editor: Heri Prihartono
AFP/Arris Messinis
Pasukan Ukraina membawa rekan mereka yang terluka. Ukraina membutuhkan banyak senjata untuk hadapi Rusia. Setelah menguasai kota Izium, pihak Ukraina menggali makam yang diduga korban invasi Rusia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah menguasai kota Izium, pihak Ukraina menggali makam yang diduga korban invasi Rusia.

Pakar forensik Ukraina menggali 146 mayat, sebagian besar warga sipil yang diduga jadi korban perang.

Ratusan mayat itu digali di situs pemakaman massal dekat Izium, Ukraina timur.

Gubernur regional Kharkiv, Oleh Synehubov mengatakan pada Senin (19/9/2022), jenazah yang digali termasuk anak-anak.

Sementara pihak Rusia membantah lakukan kejahatan perang di Provinsi Kharkiv Ukraina.

Dikutip dari Sky News warga sipil yang tewas diduga akibat penembakan dan serangan dari udara.

Presiden Volodymyr Zelensky menyebut hal itu serupa dengan kejadian di Bucha beberapa bulan yang lalu.


“Rusia meninggalkan kematian di mana-mana dan harus bertanggung jawab,” kata Zelensky dalam pidato videonya, Kamis (15/9/2022).

“Prosedur yang diperlukan sudah dimulai di sana. Informasi lebih lanjut – informasi yang jelas dan dapat diverifikasi – harus tersedia besok, ”katanya.

Ukraina menuding Rusia melakukan kejahatan perang di Bucha pada tahap awal invasi Februari oleh pasukan Rusia.

Kota komuter Kyiv barat laut yang kaya, Bucha, identik dengan kejahatan perang Rusia, di mana ratusan mayat telah ditemukan.

Bucha ditarik kembali oleh Moskow untuk memusatkan pasukannya di timur Ukraina.

Bolvinov mengatakan penyelidikan forensik akan dilakukan pada setiap tubuh.

"Saya dapat mengatakan itu adalah salah satu situs pemakaman terbesar di kota besar di [daerah] yang dibebaskan 440 mayat dimakamkan di satu tempat," katanya dikutip dari The Guardian.


"Beberapa meninggal karena tembakan artileri beberapa meninggal karena serangan udara."

"Kuburan massal sedang ditemukan di Izium setelah pembebasan dari (Rusia)" dan menambahkan bahwa "pemakaman terbesar saat ini (situs) memiliki 440 kuburan tak bertanda."

Artikel ini diolah dari Tribunnews.com

Baca juga: Rusia Kalah Perang, Vladimir Putin Akan Akhiri Invasi ke Ukraina

Baca juga: Kabar Presiden Rusia Vladimir Putin yang Mendapat Serangan Bom

Baca juga: Rusia Protes Rencana AS Kirim Rudal Jarak Jauh ke Ukraina: Melewati Garis Merah

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved