Sebelum Kepesertaan Dinonaktifkan, Begini Cara Cek Denda Iuran BPJS Kesehatan

Sebelum kepesertaan dinonaktifkan, alangkah baiknya cek tunggakan iuran BPJS Kesehatan.

Editor: Heri Prihartono
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Sebelum kepesertaan dinonaktifkan, alangkah baiknya cek tunggakan iuran BPJS Kesehatan. 

TRIBUNJAMBI.COM- Sebelum kepesertaan dinonaktifkan, alangkah baiknya cek tunggakan iuran BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.

Untuk mengetahui tunggakan iuran BPJS Kesehatan bisa  cek tagihan BPJS lewat online pakai aplikasi Mobile JKN.

Sanksi nunggak iuran BPJS Kesehatan diperuntukan bagi pembayaran yang melewati tanggal 10 setiap bulan.

Ada sanksi yang perlu diketahui bagi peserta terlambat bayar iuran BPJS Kesehatan.

Dari laman resmi BPJS Kesehatan, peserta yang menunggak iuran status kepesertaan akan dinonaktifkan sehingga tidak bisa lagi menggunakan layaran BPJS Kesehatan.

Hal ini juga berlaku bagi peserta pekerja bila perusahaan pemberi kerja tidak membayarkan iuran BPJS Kesehatan setiap bulan.

Skema penalti berupa penonaktifan maupun sanksi berupa denda BPJS Kesehatan sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2022 tentang Jaminan Kesehatan.

"Dalam hal Peserta dan/atau Pemberi Kerja tidak membayar iuran sampai dengan akhir bulan berjalan maka penjaminan peserta diberhentikan sementara sejak tanggal 1 bulan berikutnya," bunyi ayat 1 pasal 42.

Peserta tidak akan dikenai denda BPJS Kesehatan asalkan dalam kurun waktu 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali peserta tidak melakukan rawat inap.


Denda BPJS Kesehatan  dikenakan pada peserta bila dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaannya diaktifkan kembali dan peserta menggunakan layanan rawat inap.

Denda BPJS Kesehatan yang berlaku adalah peserta harus membayar lima persen dari biaya diagnosis awal pelayanan rawat inap dikali jumlah tertunggak.

Adapun denda iuran BPJS Kesehatan sendiri memiliki ketentuan yakni:

- Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan

- Besaran denda paling tinggi Rp 30 juta

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved