Berita Jambi

Kebangpol Jambi Sebut Masalah PETI di Merangin Masih Menonjol, Zubir : Biasanya Pakai Zat Kimia

Satu diantara 385 konflik yang ditangani Kesbangpol Provinsi Jambi terkait maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Darwin Sijabat
Sosialisasi Pencegahan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Satu diantara 385 konflik yang ditangani Kesbangpol Provinsi Jambi terkait maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin.

Data itu disampaikan Kepala Bidang Wasbang Kesbangpol Provinsi Jambi, Qamaruzzaman pada Sosialisasi Pencegahan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Provinsi Jambi.

Acara yang berlangsung di Aula Kesbangpol Kabupaten Merangin pada Selasa (20/9/2022) itu dibuka Asisten III Setda Merangin, M Zubir.

Panitia pelaksana sosialisasi yang juga Kabid Wasbang Kesbangpol Provinsi Jambi H Qamaruzzaman mengungkapkan bahwa diantara 385 konflik yang ditangani Kesbangpol Provinsi Jambi yakni permasalahan PETI.

"Khusus di Kabupaten Merangin konflik yang menonjol saat ini adalah masalah aktivitas PETI, karena di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Merangin aktifitas PETI nya sangat tinggi," ungkap Qamaruzzaman.

Sementara itu M Zubir menyebutkan bahwa sosialisasi itu merupakan salah satu langkah dalam upaya mencegah pertambangan emas ilegal di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan.

Baca juga: Istri Cabut Laporan Kasus Dugaan KDRT Oknum Dewan di Batanghari, Polisi: Belum Dikabulkan

Baca juga: Cara Mencairkan BSU 2022 di Kantor Pos Tanpa Harus Memiliki Rekening Himbara

Menurut Zubir bahwa selain melanggar peraturan pertambangan, aktivitas itu akan merusak lingkungan dan berakibat fatal kepada generasi penerus.

Bagaimana tidak, Zubir mengungkapkan bahwa dalam menjalankan aktivitas ilegal itu pekerja menggunakan zat kimia.

"Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) ini biasanya menggunakan zat kimia berupa mercuri dalam melakukan proses peleburan. Itu sangat membahayakan apabila tercemar di aliran air yang dikonsumsi warga," ujarnya.

Sehingga menurutnya perlu dilakukan upaya pencegahan atas aktivitas yang diduga ada di Kecamatan Bangko, Nalo Tantan.

Kemudian di Batang Masumai, Renah Pamenang, Pamenang, Tabir Ulu, Tabir Barat dan sejumlah kecamatan lainnya.

Zubir mengklaim bahwa berbagai upaya pencegahan PETI telah dilakukan Pemkab Merangin.

Diantaranya mengeluarkan intruksi Bupati Merangin No 1 tahun 2021, tentang pencegahan dan penertiban PETI.

"Kami juga sudah mengusulkan wilayah pertambangan rakyat yang saat ini masih dalam proses. Setiap pelantikan kepala desa, selalu menandatangani fakta Integritas yang salah satu isinya tidak melakukan kegiatan PETI," terang M Zubir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved