Berita Jambi

Persiapan Menuju Kota Sehat, Pemkot Jambi Pastikan Ketersediaan Fasilitas Sehat Untuk Masyarakat

Pada rapat Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Jambi, pemerintah memastikan pembangunan di Jambi kedepan dalam konsep pembangunan harus melihat i

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Fitri Amalia
Wakil Walikota Jambi, Maulana saat rapat Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Pada rapat Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Jambi, pemerintah memastikan pembangunan di Jambi kedepan dalam konsep pembangunan harus melihat indikator kesehatan guna pencapaian indikator kota sehat.

Wakil Walikota Jambi, Maulana, mengatakan melihat indikator kota sehat sesungguhnya indikator pembangunan yang berwawasan kesehatan yang memastikan 24 jam masyarakat Kota Jambi berada dalam keadaan sehat.

"Sehat dalam pengertian yang luas sebagaimana definisi dari WHO, sehat fisik, jasmani dan rohani bukan hanya terbebas dari penyakit," ujarnya, Senin (19/9/2022).

Dia mengatakan pemerintah perlu memastikan ketersediaan fasilitas yang sehat bagi masyarakat. Baik di rumah, sekolah, tempat ibadah, pasar, pusat olahraga dan tempat keramaian lainnya.

"Kita contohkan itu anak-anak dirumahnya harus sehat, air bersih ada, cukup matahari, pakai transportasi juga harus sehat, di sekolah juga harus dipastikan sehat, ruang belajar yang sehat, kantin yang sehat, misalnya ibu-ibu ke pasar pasarnya harus sehat, ada bencana penanganan bencana yang juga memenuhi standar kesehatan," jelas Maulana.

Baca juga: Banding Ferdy Sambo Ditolak, Keluarga Brigadir Yosua Sebut Langkah yang Tepat

Baca juga: Korban Kecelakaan di Mendalo Muaro Jambi Seorang Mahasiswi Unja

Dia menyebut jika indikator kesehatan kita penuhi maka itu menjadi bagian pencapaian RPJMD Kota Jambi.

Karena itu dia meminta agar seluruh instansi bersungguh-sungguh untuk menjalankan indikator tersebut.

"Karena ini bagian dari tugas pembangunan yaitu menyiapkan Kota Jambi ini 24 jam sehat untuk seluruh masyarakat, semua umur, itu semua dalam kondisi lingkungan yang sehat dan fasilitas semuanya memenuhi standar," sebutnya.

Maulana menjelaskan di dalam indikator kota sehat jika semua fasilitas memberikan hak yang baik untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan memperhatikan difabel.

"Untuk semua yang kita bangun yang baru ini, bisa kita lihat pedestrian itu selalu ada tempat bagi pengguna kursi roda agar dapat naik, begitu juga di sekolah-sekolah, di SMP 4 untuk fasilitas bagi siswa yang menggunakan kursi roda, cuma memang banyak juga yang sudah dibangun lebih dulu itu belum," ujarnya.

Karena itu ke depan pemerintah memastikan terciptanya kondisi lingkungan yang sehat dilengkapi dengan semua fasilitas yang memenuhi standar kesehatan, karena pembangunan harus berwawasan kesehatan.

"Saya sudah minta ke Bappeda dalam konsep pembangunan harus melihat indikator kota sehat karena pembangunan harus berwawasan kesehatan. Jadi tidak boleh lagi membangun sudah jadi baru terpikir fasilitas untuk ibu menyusui, difabel, itu tidak ada," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Fitri Amalia)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Banding Ferdy Sambo Ditolak, Keluarga Brigadir Yosua Sebut Langkah yang Tepat

Baca juga: Walhi Jambi Dampingi Masyarakat Dua Desa Batanghari Tuntaskan Konflik Agraria Bertahun-tahun

Baca juga: Korban Kecelakaan di Mendalo Muaro Jambi Seorang Mahasiswi Unja

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved