Berita Kota Jambi

Pemerintah Kota Jambi, TNI dan Polri Bongkar bangunan terindikasi pemasok BBM ilegal

Tim Terpadu Pemerintah Kota Jambi bersama Polri dan TNI melakukan pembongkaran gudang atau bangunan ilegal yang terindikasi pemasok BBM ilegal, Sabtu

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/FITRI AMALIA
Pemerintah Kota Jambi, TNI dan Polri Bongkar bangunan terindikasi pemasok BBM ilegal 

TRIBUNJAMBI.COM - Tim Terpadu Pemerintah Kota Jambi bersama Polri dan TNI melakukan pembongkaran gudangyang terindikasi pemasok BBM ilegal, Sabtu (17/9/2022).

Lokasi pembongkaran tersebut berlokasi di Jalan Yos Sudarso RT 06, Sijenjang, Kota Jambi.

Amirullah, staf ahli bidang hukum merangkap asisten 1 Kota Jambi mengatakan pembongkaran gudang ilegal ini dilakukan untuk mengusut dan menghindari kejadian kebakaran seperti yang pernah terjadi di Kawasan Alam Barajo.

"Rencananya mungkin sekitar 16 titik nanti kami kita lihat dulu per Kecamatan dulu satu hari ini mungkin belum selesai," ujarnya.

Saat petugas datang kondisi gudang telah kosong dan tidak ada satupun pemilik yang muncul.

"Gudang kosong karena yang punya tidak ada lagi, kita panggil tidak pernah datang dan di sini ada tiga gudang yang kita bongkar dan semua tidak memiliki izin, barang yang dibongkar nanti akan dititipkan ke pemilik tanah semua dibongkar dan kita bikin acara berita acara," tegasnya.

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, jauh-jauh hari telah menginstruksikan Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) dan tim untuk melihat kembali perizinan gudang-gudang yang ada di Kota Jambi, setelah terjadi kebakaran gudang minyak ilegal di Jalan Lingkar Barat RT 71, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

“Saya sudah perintahkan Satpol PP, jika ternyata ada penyalahgunaan perizinan atau tidak ada izin sama sekali segel dan dibongkar, karena tidak punya izin,” tegas Fasha.

Fasha juga meminta bantuan masyarakat dan media jika merasa menemukan gudang yang mencurigakan di sekitar lingkungan. Dia meminta masyarakat jangan segan untuk segera melapor.

Fasha menegaskan bahwa pemerintah Kota Jambi tidak merasa dirugikan atas insiden kebakaran tersebut. Sebab dia menilai tidak ada pendapatan bagi daerah dari aktivitas usahanya.

"Kalau pemerintah Kota Jambi tidak merasa dirugikan. Karena kita juga tidak ada, bukan juga sumber terkait itu, PAD terkait itu juga tidak ada," tegasnya.

Namun Fasha mengatakan kaitannya dengan kerugian yakni masalah keamanan, masyarakat, jaminan oplosan apakah layak digunakan kendaraan atau tidak.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pengamat Sebut Langkah Gubernur Jambi Tambah Rp 2,8 M Bangun Jalan di Talang Duku Solusi Sesaat

Baca juga: Sempat Terkena Mastitis, Ternyata Ini Alasan Ria Ricis Tak Mau Cerita dengan Teuku Ryan

Baca juga: Tangis Ria Ricis Pecah Saat Netizen Sebut Baby Moana Bentar Lagi Meninggal: Astaghfirullah!

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved