Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Kisah Peliputan di Balik Tewasnya Brigadir Yosua, Tulisan Pertama Pembuka Kotak Pandora

Kejanggalan yang diungkap keluarga makin meyakinkan redaksi Tribun Jambi bahwa ada sesuatu di balik kematian Brigadir Yosua

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/IST
Aryo Tondang, jurnalis Tribun Jambi yang awal memberitakan kematian Brigadir Yosua 

Tribun Jambi menaruh perhatian besar atas kematian Brigadir Yosua alias Brigadir J. Kejanggalan yang diungkap keluarga makin meyakinkan redaksi Tribun Jambi bahwa ada sesuatu di balik kematian anggota polisi yang masuk kepolisian melalui SPN Polda Jambi tersebut.

Berita pertama Tribun Jambi mengenai kematian Brigadir Yosua tayang pertama kali secara online pada tanggal 11 Juli alias 3 hari setelah peristiwa pembunuhan. Hari itu juga tim Tribun Jambi saba ke rumah duka di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi.

Direktur Pemberitaan Tribunnews, Febby Mahendra Putra berbincang dengan Aryo Tondang penulis berita pertama tersebut dan Pemimpin Redaksi Tribun Jambi, Sulistiono, Selasa (23/8) di Jakarta. Ada kisah menarik di balik berita. Berikut petikannya. Video wawancara lengkap bisa Anda pindai QR Code di naskah ini.

Tribunnews: Saya ingin ke Aryo dulu sebagai pembuka kotak Pandora. Aryo bisa cerita, pertama kali Anda mengetahui ada seorang polisi terbunuh itu kapan tepatnya?

Aryo: Terima kasih Mas, terkait kasus Brigadir Yosua ini informasi yang beredar itu diketahui pada hari Minggu (10/8). Jadi hari Sabtu sebelumnya kebetulan saat liputan K9, bersama salah satu rekan wartawan televisi di kargo Bandara Sultan Thaha.

Tribunnews:  Jadi pada waktu itu ada kegiatan yang menyangkut K9, pasukan satwa di bandara. Pada waktu itu apa yang Anda lihat?

Aryo : Saya melihat banyak anggota polisi berseragam bebas. Ada intel dari Polda Jambi yang beberapa saya kenal. Kemudian saya coba cari-cari info sembari melaksanakan liputan, saya coba keliling kemudian mendengar perbincangan antar sesama mereka bahwasanya konteksnya adalah ada polisi yang meninggal, hanya sebatas itu pada saat itu.

Nah kemudian fokus liputan dengan diskusi juga dengan teman reporter televisi sempat bertanya juga nih berdua. Ini ada apa bang? kalau ada polisi meninggal atau gugur di saat tugas ada penjemputan secara kedinasan. Nah tapi pada saat itu tidak ada dan kemudian ada beberapa ibu-ibu pakai ulos, kain dari adat Batak. Saya berpendapat saat itu mungkin ada polisi meninggal Bang, di luar Jambi dan kemudian mungkin karena meninggal karena sakit. Dugaan masih sebatas itu.

Baca juga: Perjalanan Brigadir Yosua di Kepolisian, Tugas di Brimob Sejak 2012 hingga Dipercaya Sebagai Sniper

Tribunnews :  Lalu sehari kemudian apa yang Anda alami?

Aryo : Nah, hari Minggu siang sudah ada beredar di Whatsapp beberapa teman-teman wartawan peliputan criminal bahwa ada anggota polisi ditembak di rumah Kadiv Propam. Saat itu saya coba gali informasi, tentunya ini masih sensitif. Saya coba cari informasi itu masih mentok di narasumber.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved