Berita Jambi

JPU Sebut Kemungkinan Ada Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalan Padang Lamo Tebo

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tebo sebut ada kemungkinan tersangka baru pada perkara dugaan korupsi pengerjaan Jalan Padang Lamo, Kabupaten Tebo, J

Tribunjambi.com/Darwin Sijabat
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi gelar sidang dengan agenda pemeriksaan keterangan lima saksi kasus dugaan korupsi pengerjaan Jalan Padang Lamo di Kabupaten Tebo yang dihadirkan Kejari Tebo, Kamis (1/9/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tebo sebut ada kemungkinan tersangka baru pada perkara dugaan korupsi pengerjaan Jalan Padang Lamo, Kabupaten Tebo, Jambi.

Perkara dugaan korupsi yang dilakukan tiga orang terdakwa dalam pengerjaan Jalan Padang Lamo di Kabupaten Tebo terus bergulir di PN Tipikor Jambi, Kamis (15/9/2022).

Ketiga orang saksi yang dihadirkan itu dikatakan Wawan Kurniawan, Selaku JPU yakni sebagai konsultan pengawas dan kepala UPTD Laboratorium Provinsi Jambi. Mereka yakni Zardi Oka Susteja, Edi Warman dan Arif Budiman selaku pihak UPTD.

Keterangan saksi dalam sidang dikatakan Kasi Pidsus Kejari Tebo itu bahwa konsultan pengawas mengungkapkan fakta lapangan pengerjaan proyek tersebut.

"Terkait pengerjaan di lapangan memang diakui konsultan pengawas bahwa pelaksana kegiatan bukan PT Nai Adhipati Anom," katanya.

Ditambahkannya bahwa pengerjaan lapangan dari Jalan Padang Lamo tersebut tidak dikerjakan sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak.

"Juga didapat keterangan bahwa pekerjaan ini dilaksanakan tidak sesuai dengan spek yang ada, karena ada juga terjadi juga keterlambatan kontrak sehingga dikerjakan akhir Agustus 2019," ungkapnya.

Terkait agregat kelas A yang menjadi pembahasan dalam beberapa kali sidang, pada keterangan konsultan juga dikatakan Wawan tidak dikerjakan oleh pelaksana kegiatan.

"Agregat kelas A dan B tidak dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan dilapangan yaitu saudara Bambang yang merupakan karyawan H Ismail Ibrahim," katanya.

Keterangan saksi yang dihadirkan di PN Tipikor Jambi itu pun tidak dibantah oleh para terdakwa dan mengakui bahwa pengerjaan itu tidak dikerjakan oleh pemenang tender melainkan H Ismail Ibrahim.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved