Pemilihan Presiden 2024

Beredar Isu Jokowi Mau Tiga Periode dan Jadi Wakil Presiden, Surya Paloh: Tidak Ada itu

Surya Paloh memastikan sosok Jokowi tidak akan mungkin merusak ketatanegaraan apalagi dia sudah dua periode menjabat Presiden RI.

Editor: Rahimin
Dokumentasi Nasdem TV
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo, Selasa (22/2/2022). Beredar Isu Jokowi Mau Tiga Periode dan Jadi Wakil Presiden, Surya Paloh: Tidak Ada itu 

TRIBUNJAMBI.COM - Belakangan ini beredar isu kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin tiga periode menjabat sebagai presiden.

Selain menginginkan jabatan tiga periode, isu Jokowi berpeluang menjadi calon wakil presiden masih terdengar samar-samar.

Isu tersebut kian santer, karena disebut Jokowi berpeluang menjadi calon Wakil Presiden 2024 berdampingan dengan Prabowo Subianto.

Namun, isu liar yang tersebar belakangan ini dibantah keras Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Surya Paloh menegaskan kalau itu tidak akan terjadi.

Surya Paloh bilang, Jokowi seorang pemimpin yang bekerja keras dengan karakter pribadi yang terukur, jujur, sederhana, dan amat sangat menyayangi bangsa ini.

Baca juga: Partai Demokrat dan Partai Nasdem Bakal Koalisi, Surya Paloh: Sudah Ada Cemistry

Hal itu dikatakan Surya Paloh saat wawancara eksklusif bersama Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network Domuara Ambarita.

"Saya mempunyai keyakinan ketika itu masih konsisten ada pada dirinya, seluruh jawaban sudah kita miliki," katanya, di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2022).

Surya Paloh memastikan sosok Jokowi tidak akan mungkin merusak ketatanegaraan apalagi dia sudah dua periode menjabat Presiden RI.

"Nggak ada itu mau tiga periode lah apalagi mau jadi wakil presiden, nggak ada. Berarti kita akan kehilangan Jokowi seperti apa yang kita kenal kalau itu terjadi," ujarnya.

Berikut ini wawancara eksklusif Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network Domuara Ambarita dengan Ketum NasDem Surya Paloh:

Terkait kampanye kadang-kadang orang membawa identitas politik menyalahkan yang lain, menyerang yang lain, apa harapan Bang Surya supaya bangsa ini tidak terpecah belah. Apakah ada ajakan untuk tokoh-tokoh parpol ya kita bikin semacam kode etik walaupun itu sudah diatur di peraturan KPU?

Berulang kembali bagi kita sebagai peserta pemilu, sebagai elite bangsa ini. Seluruh peraturan perundang-undangan, seluruh term on conduct yang kita miliki gak ada arti apa-apa.

Ketika di sana tidak diiringi oleh satu konsistensi, sikap ucapan dan perbuatan kita. Kita selalu mengatakan kita jauhkan kerusuhan, mari kita berdamai, jangan pemilu ini terpecah belah, tapi dia tidak dimaknai dengan ketulusan dan semangat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved