Perang Rusia Ukraina

Kesalahan Fatal Rusia Kalah Dalam Pertempuran Lawan Pasukan Ukraina

Kemenangan pasukan Ukraina yang mengambil alih wilayahnya dari Rusia mendapat tanggapan sejumlah pihak.

Editor: Heri Prihartono
Photo EPA
Kemenangan pasukan Ukraina yang mengambil alih wilayahnya dari Rusia mendapat tanggapan sejumlah pihak. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kemenangan pasukan Ukraina yang mengambil alih wilayahnya dari Rusia mendapat tanggapan sejumlah pihak.

Rusia dinilai telah kalah dalam strategi menghadapi Ukraina hingga harus meninggalkan wilayah yang dikuasainya.

Ukraina berhasil  mengambil alih wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina dari pasukan Rusia.

Kekalahan pasukan Rusia menjadi kemunduran terbesar pasukan  sejak awal invasi.

Mantan anggota parlemen, Boris Nadezhdin, memberikan pandangan serius tentang  Rusia dalam perang jika tidak mengubah taktik yang digunakan sejauh ini.

"Sangat tidak mungkin untuk mengalahkan Ukraina menggunakan sumber daya dan metode perang kolonial yang digunakan Rusia untuk berperang, menggunakan tentara kontrak, tentara bayaran, tidak ada mobilisasi."

"Tentara yang kuat, didukung penuh oleh negara-negara paling kuat, menentang tentara Rusia," kata Nadezhdin.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut mundurnya pasukan dengan cepat ini sebagai "pengelompokan kembali" ke daerah-daerah yang dikuasai separatis di wilayah Donbas.

"Kami telah diberitahu bahwa semuanya berjalan sesuai rencana. Apakah ada yang benar-benar percaya bahwa enam bulan lalu rencananya adalah meninggalkan (kota) Balakliya, menangkis serangan balasan di wilayah Kharkiv dan gagal mengambil alih Kharkiv?" kata pakar politik, Viktor Olevich, dalam acara bincang politik di saluran NTV milik pemerintah, Jumat lalu.

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov yang merupakan pendukung invasi, juga mengkritik tentara Rusia setelah kehilangan sejumlah besar wilayah pendudukan di Ukraina timur.

"Saya bukan ahli strategi seperti yang ada di Kementerian Pertahanan. Tapi jelas bahwa kesalahan telah dibuat. Saya pikir mereka akan menarik beberapa kesimpulan," ujar Kadyrov, dalam pesan audio di Telegram.

Igor Strelkov, mantan komandan separatis pro-Moskow di Ukraina timur ikut buka suara.

Di akun Telegramnya, Strelkov memberi saran kepada pasukan Rusia.

"Sebagai hasil dari operasi yang sukses – jelas sesuai dengan rencana dan bahkan lebih cepat dari jadwal – untuk menyerahkan kota Izyum, Balakliya dan Kupiansk kepada mitra Ukraina yang dihormati. Saya mengusulkan untuk menyerahkan sebagian – setidaknya tiga area dekat perbatasan — wilayah Belgorod ke wilayah Kharkiv Ukraina," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved