Berita Jambi

Kepala SMAN 12 Kota Jambi Sebut Lokasi Pembangunan Gedung Strategis di Zonasi

Meskipun pembangunan gedung berada dekat dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Kepala Sekolah SMAN 12 Kota Jambi, Sutrisno mengatakan letak pembangunan

TRIBUNJAMBI.COM/DANANG NOPRIANTO
Kepala Sekolah SMAN 12 Kota Jambi, Sutrisno 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Meskipun pembangunan gedung berada dekat dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Kepala Sekolah SMAN 12 Kota Jambi, Sutrisno mengatakan letak pembangunan strategis.

Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Alam Barajo merupakan kecamatan terbesar di Kota Jambi dan hanya memiliki satu SMA, sehingga pembangunan gedung di Alam Barajo harapannya bisa melayani anak-anak yang ada di wilayah tersebut.

"Harapan kita bisa melayani anak-anak kita di Alam Barajo khususnya di Kelurahan Kenali Besar yang paling banyak anak-anak yang sekolahnya disini," ujarnya, Rabu (14/9/2022).

Karena dari 792 siswa SMAN 12 Kota Jambi, sebanyak 307 siswa berasal dari Kenali Besar, sementara sebagian besar dari Kecamatan Alam Barajo.

"Kemudian ada di sekitar sini seperti Bagan Pete, Beliung, kan banyak perumahan disana, itu harapannya lokasinya disini bisa terserap yang ada di wilayah sini," jelasnya.

Kata dia saat PPDB anak-anak di wilayah Alam Barajo selalu tidak bisa masuk zonasi di SMA 5 jauh, ke SMA 4 juga jauh, sehingga banyak juga anak-anak yang bersekolah ke Pijoan, Muaro Jambi.

"Sehingga posisi ini yang tepat setelah di survei, Strategis," tegasnya.

Ia berharap dengan adanya pembangunan gedung SMAN 12 Kota Jambi ini bisa memberikan layanan yang baik untuk masyarakat terutama pendidikan.

Sementara itu terkait lokasi yang berdekatan dengan RPH ia mengatakan memang sedikit mengganggu, tetapi bau yang ditimbulkan tidak setiap saat, sehingga ia mengatakan tidak menjadi masalah.

"Kalau menggangu sih iya, tapi kami selama beberapa hari disini, meski sedikit bau tapi pemotongan ini dilakuka jam 7 malam hingga 11 pagi jadi bau itu tidak setiap saat," jelasnya.

Kata dia baunya baru muncul pada waktu ada sapi atau kerbau sementara yang belum disembelih.

"Kan banyak kotorannya itu terhembus angin ya menganggu karena udaranya sangat kencang, tapi ya cuma sebentar hilang," tutupnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Dua Crosser Astra Honda Kuasai Podium IndoMX National Championship di Sulsel

Baca juga: Di Magelang Brigadir J Sempat Tak Mau Temui Putri Candrawathi, Setelah Diomeli Kuat Maruf

Baca juga: Pembangunan Gedung SMAN 12 Kota Jambi Sudah Sesuai Zonasi di Alam Barajo

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved