Berita Kerinci

Orientasi STIE Kerinci, Kasatlantas: Jangan Takut Polantas di Jalan Lengkapi Administrasi Berkendara

Kepolisian mengimbau kepada masyarakat, terutama pengendara motor untuk lebih mengutamakan keselamatan berkendara. Jangan sampai ada kesan pengguna

Penulis: Herupitra | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Herupitra
Orientasi PPSPP (Pengenalan Program Studi dan Program Pendidikan ) tahun 2022/2023 kepada Mahasiswa Baru STIE Sakti Alam Kerinci, Minggu (11/9) kemarin. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kepolisian mengimbau kepada masyarakat, terutama pengendara motor untuk lebih mengutamakan keselamatan berkendara. Jangan sampai ada kesan pengguna motor lebih takut polisi dari pada kecelakaan.

"Masyarakat itu jangan takut kepada polisi, tapi takutlah kepada kecelakaan lalu lintas. Maka dari itu mulailah untuk mengutamakan keselamatan berkendara di jalan," tegas Kasatlantas Polres Kerinci, AKP Yudistira, saat kegiatan Kapolres Kerinci Bersama STIE melakukan Orientasi PPSPP (Pengenalan Program Studi dan Program Pendidikan ) tahun 2022/2023 Kepada Mahasiswa Baru STIE Sakti Alam Kerinci, Minggu (11/9) kemarin.

Dalam pemaparannya Yudistira menyampaikan bahwa, masyarakat Kerinci dan Sungai penuh itu banyak yang takut kepada polisi pada Saat Berkendara. Jika bertemu polisi di jalan, langsung menggunakan peralatan berkendara seperti helm, menyalakan lampu utama dan lain-lain tapi jika tidak ada polisi semuanya dihiraukan.

Kasatlantas Polres Kerinci, AKP Yudistira
Kasatlantas Polres Kerinci, AKP Yudistira (Tribunjambi.com/Herupitra)

"Mau ada polisi maupun tidak, semua harus tetap mengutamakan keselamatan berkendara, dan mulailah bersikap bertanggung jawab atas keselamatan bersama," ujarnya.

Ditambahkannya, pada saat itu Kasat Lantas menanyakan langsung kepada mahasiswa/i, apa tips untuk tidak takut dengan Polisi Lalulintas.

Maka mahasiswa menjawab yang penting saat berkendara lengkapilah surat menyurat, perlengkapan berkendara seperti menggunakan helm, membawa STNK, membawa SIM, melengkapi kendaraan TNKB dan spion.

Baca juga: Bawaslu Tanjabbar Akan Buka Pendaftaran Panwascam, Terima 39 Orang

Baca juga: Usai Membunuh Tetangganya di Penyengat Olak, Dika Sembunyi di Kota Jambi

"Jika lengkap, untuk apa takut. Kami juga tidak akan menahan motor kalau sudah lengkap," ucap Kasat saat menirukan jawaban Mahasiswa.

Selain itu, Yudistira juga menyarankan untuk mewujudkan ini semua perlu ada keterlibatan dari berbagai pihak terutama para mahasiswa dan mahasiswi yang juga ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Sementara itu, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh juga dituntut untuk mau bagaimana mengubah budaya berkendara yang benar. "Jangan kebut-kebutan, selap selip di jalan dan gunakan perlengkapan berkendara yang baik dan benar," tutupnya. (Tribunjambi.com/Herupitra)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Bawaslu Tanjabbar Akan Buka Pendaftaran Panwascam, Terima 39 Orang

Baca juga: Usai Membunuh Tetangganya di Penyengat Olak, Dika Sembunyi di Kota Jambi

Baca juga: Driver Ojol Kota Jambi Gelar Aksi, Ajukan Sejumlah Tuntutan Terkait Tarif dan Kesejahteraan

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved