Berita Batanghari
Selama Seminggu Kasus Bertambah 34 Hewan Ternak Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku di Batanghari
Kondisi hewan ternak menurutnya masih menunjukan gejala mengarah ke Penyakit Mulut dan Kuku, namun berangsur pulih
Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Batanghari selama satu Minggu ini bertambah sebanyak 34 hewan ternak yang terjangkit.
Kasus Penyakit Mulut dan Kuku jauh bertambah dibandinkan 1 September 2022 lalu yakni 587 ekor ternak, kali ini tercatat 621 hewan ternak yang bergejala.
“Terjadi peningkatan kasus selama satu Minggu ini sebanyak 34 kasus hewan ternak yang terjangkit,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Batanghari, Tuanku Hafiq pada Minggu (11/9/2022).
Kondisi hewan ternak menurutnya masih menunjukan gejala mengarah ke Penyakit Mulut dan Kuku, namun berangsur pulih karena ada penanganan dari petugas kesehatan hewan masing-masing kecamatan.
“Paling banyak ditemukan di Mersam dan Muara Bulian untuk Mersam rata-rata kerbau dan Muara Bulian rata-rata sapi. Sapi dan kerbau yang terpapar ini kategori yang liar atau belum memiliki kandang,” ucapnya.
Pihaknya melalui petugas kesehatan hewan di lapangan mengupayakan menyampaikan ke peternak untuk dibuatkan kandang sehingga kasus ini bisa ditekan melalui vaksinasi.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi penambahan kasus, kita upayakan di Batanghari bisa mencegah penambahan kasus,” pungkasnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Pemkab Batanghari Terima 4.200 Dosis Vaksin Booster PMK, Diutamkan Untuk Ternak Yang Sudah Vaksin
Baca juga: Nol Kasus PMK, Pemkab Tanjabtim Terus Lakukan Vaksinasi pada Ternak Sehat
Baca juga: Kasus PMK di Batanghari Berkurang, Hewan Ternak yang Sembuh Meningkat