Berita Tebo

Sejumlah Pabrik Sawit Coba Masuk ke Tebo, Ini Kata Pj Bupati Tebo

Masih kurangnya jumlah pabrik kelapa sawit (PKS), di Kabupaten Tebo membuat petani selalu was-was ketika ada gejolak harga. Seperti yang terjadi belum

Penulis: Sopianto | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI
TBS kelapa sawit sedang diangkut ke truk, untuk selanjutnya dibawa ke pabrik kelapa sawit. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Masih kurangnya jumlah pabrik kelapa sawit (PKS), di Kabupaten Tebo membuat petani selalu was-was ketika ada gejolak harga. Seperti yang terjadi belum lama ini akibat over kapasitas tandan buah segar (TBS), harus dibeli dengan harga murah.

Dikatakan oleh Penjabat (Pj) Bupati Tebo H Aspan sejak dia menjabat memang sejumlah perusahaan mengatakan kepada dia berkeinginan untuk masuk menanamkan investasi di Kabupaten Tebo.

Namun kata Aspan dirinya berharap PKS yang berkeinginan menanam investasi melakukan kerja terlebih dahulu. Tidak seperti yang terjadi belakangan ini.

Pj Bupati Tebo Aspan didampingi Kepala Bakeuda (kanan Aspan) dan Kelapa Bappeda (kiri Aspan)
Pj Bupati Tebo Aspan didampingi Kepala Bakeuda (kanan Aspan) dan Kelapa Bappeda (kiri Aspan) (Tribunjambi.com/Sopianto)

"Izin sudah keluar, tapi tidak berjalan, ini yang menghambat roda ekonomi," ucap Aspan belum lama ini.

Dengan mayoritas masyarakat yang bergantung pada kelapa sawit, Aspan mengakui, ada perusahaan yang terintegrasi anatara pengolahan CPO, minyak goreng, pupuk, dan pakan ternak ingin masuk ke Kabupaten Tebo.

Aspan bilang, komunikasi baru berjalan, dan perusahaan yang dimentori oleh salah satu perusahaan di Malaysia ini pihaknya berkeinginan untuk dapat beroperasi di Kabupaten Tebo. Namun, masih dalam penjajakan.

Baca juga: Update Harga Minyak Goreng Kemasan dan Curah di Pasar Lebak Bungur Tebo

Baca juga: Tanggulangi Inflasi, Pemda Sarolangun Siapkan Solusi

Nantinya, jika ada PKS yang masuk, Aspan mengatakan, PKS tersebut harus mengutamakan TBS Lokal, kemudian penyerapan tenaga kerja juga harus merupakan warga sekitar pabrik. Ini harus dilakukan dalam bentuk MOU.

"Juga tidak monopoli harga, artinya donya tidak boleh tunggal," ucapnya.

Dikatakan Aspan, jika memang nantinya PKS ini, jadi masuk Kabupaten Tebo, maka tidak ada lagi kelangkaan minyak goreng pasalnya, produksi minyak goreng sudah ada di Kabupaten Tebo. Kemudian dengan banyaknya PKS harga TBS berangsur membaik.

"Selama saya menjabat lebih dari 10 PKS ingin masuk ke Tebo, tapi saya maunya ada aksi dulu dari PKS, nanti jika sudah perizinan akan difasilitasi," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Sopianto)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Update Harga Minyak Goreng Kemasan dan Curah di Pasar Lebak Bungur Tebo

Baca juga: Tanggulangi Inflasi, Pemda Sarolangun Siapkan Solusi

Baca juga: Terungkap Pengumuman Hasil Uji Kebohongan Putri Candrawathi Soal Kematian Brigadir Yosua

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved