Berita Tebo

Pemda Tebo Minta Masyarakat Tanam Cabai Sendiri

Meskipun Kabupaten Tebo, tidak termasuk daerah dengan inflasi tinggi. Namun, ada beberapa komoditas, yang bakal meningkatkan nilai inflasi di kabupate

Penulis: Sopianto | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Sopianto
Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Tebo Teguh Arhadi, mengatakan, yang paling mendasar untuk menghadapi inflasi di Tebo, masyarakat harus menanam sendiri komoditi paling berkaitan erat dengan inflasi. 

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA TEBO - Meskipun Kabupaten Tebo, tidak termasuk daerah dengan inflasi tinggi. Namun, ada beberapa komoditas, yang bakal meningkatkan nilai inflasi di kabupaten pecahan Bungo ini. Untuk itu penekanan inflasi harus selalu dilakukan.

Komoditas, yang bakal memicu tingginya inflasi di kabupaten Tebo adalah, langkanya cabai, dan komoditi bawang. Dua jenis ini yang paling berpengaruh disusul dengan telur, minyak goreng dan sembako lainya.

Mulai merangkak nya harga sawit, juga menekan inflasi yang saat ini terjadi. Pasalnya mayoritas masyarakat Tebo paling banyak bergantung pada harga tandan buah segar (TBS). Jika TBS rendah maka untuk memenuhi kebutuhan juga sulit.

Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Tebo Teguh Arhadi, mengatakan, yang paling mendasar untuk menghadapi inflasi di Tebo, masyarakat harus menanam sendiri komoditi paling berkaitan erat dengan inflasi.

"Masyarakat tanam cabai sediri, banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan. Kemudian masyarakat kita juga pekebun yang banyak," ucap Teguh, Jumat (9/9/2022)

Baca juga: Lowongan Kerja PT Lion Mentari Airlines untuk Lulusan D3 dan Lulusan S1

Baca juga: Promo Pizza Hut Hari Ini 9 September 2022, Ada Promo Gratis Appetizer

Lanjut kata Teguh, untuk komoditi bawang sendiri, untuk menekan inflasi Pemda Tebo memiliki 10 hektare pertanian bawang yang dikelola oleh petani lokal. Petani lokal ini berada di Kecamatan Rimbo Bujang.

Dirinya menyebut, program pemerintah untuk menemukan inflasi ini. Ada bantuan bibit cabai, polybek, dan pupuk untuk masyarakat. Kemudian alsintan sesuai dengan kebutuhan petani melalui kelompok tani binaan.

"Kita ada program untuk itu," terang dia.

Diakui oleh Agus, salah satu petani cabai lokal, untuk memenuhi kebutuhan Tebo sendiri masih kesulitan. Dengan lahan 1 hektare yang dia garap untuk menanam cabai hanya memenuhi kebutuhan lokal kecamatan.

"Kita untuk lokal saja masih kewalahan," katanya.

Untuk berpsekulasi, Agus mengakui saat ini dirinya kekurangan modal. Untuk membeli peralatan secara mandiri, kata Agus bersama kelompok kesulitan. Harapannya ada peran pemerintah untuk ini.

"Ada campur tangan pemerintah harapan kita," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Sopianto)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Lowongan Kerja PT Lion Mentari Airlines untuk Lulusan D3 dan Lulusan S1

Baca juga: Prestasi Jeblok, Marcus/Kevin Diprediksi tak Bisa Tampil di BWF World Tour Finals

Baca juga: Promo Pizza Hut Hari Ini 9 September 2022, Ada Promo Gratis Appetizer

Baca juga: BSU 2022 Hari Ini Cair, Begini Cara Mendapatkannya di Kemnaker.Go.Id

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved