Liga Europa

Luis Alberto Berapi-api saat Beri Komentar usai Lazio Kalahkan Feyenoord 4-2, sampai Bahas Kritik

Luis Alberto berapi-api saat memberikan komentarnya usai Lazio mengalahkan Feyenoord dengan skor 4-2 di Liga Europa, termasuk lelah mendengar kritik

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
MARCO BERTORELLO/AFP
Gelandang serang Lazio, Luis Alberto Romero 

TRIBUNJAMBI.COM - Luis Alberto berapi-api saat memberikan komentarnya usai Lazio mengalahkan Feyenoord dengan skor 4-2 di Liga Europa, termasuk lelah mendengar kritik atas penampilannya.

Dia merasa Lazio bisa saja mencetak lima atau enam gol dalam kemenangan 4-2 mereka atas Feyenoord di Liga Europa.

Akan tetapi, dia mengaku 'lelah mendengar' kritik terhadap penampilannya, serta komitmen dan keinginannya untuk kembali ke Spanyol.

Le Aquile mendominasi setidaknya selama satu jam di Stadio Olimpico dan memimpin 4-0 melalui Luis Alberto, Felipe Anderson, dan dua gol Matias Vecino.

Luis Alberto juga membentur bingkai gawang dengan tendangan sudut untuk mengawali fase grup Liga Europa dengan kuat.

Namun, tim tamu asal Belanda, Feyenoord memperkecil ketertinggalan mereka menjadi 4-2.

“Kami memainkan enam pertandingan musim ini dan setidaknya lima berada di level yang sangat tinggi, memainkan sepakbola yang sangat baik, termasuk 25 menit pertama melawan Napoli,” kata Luis Alberto kepada Sky Sport Italia, dikutip pada Jumat (9/9/2022).

 

Baca juga: Maurizio Sarri Komentari Lazio meski Menang 4-2 Lawan Feyenoord di Liga Europa

 

“Yang penting adalah menang hari ini, untuk memberikan sensasi bahwa kami adalah sebuah tim dan babak pertama sangat bagus sehingga kami bisa mencetak lima atau enam kali.”

Meski menang telak, sang gelandang sedang dalam suasana hati yang mudah tersinggung ketika berbicara kepada media dan harus melepaskan beberapa hal dari dadanya.

“Saya agak lelah mendengar apa yang orang ingin katakan. Sudah lama sekarang ketika kami menang, kami menang bersama, ketika kami kalah itu adalah kesalahan Luis Alberto untuk beberapa alasan."

"Saya lelah dengan ini, saya bermain untuk tim, bukan melawannya."

“Jika pelatih memilih saya, itu karena dia pikir itu yang terbaik untuk tim, tidak ada yang memegang pisau kepadanya dan memaksanya untuk melakukannya."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved