Lahan Semakin berkurang, Hasil Padi Petani Tanjabtim Menurun Drastis

Tahun ini luas lahan tanam padi di Kabupaten Tanjabtim telah berkurang sebanyak 750 hektar akibat tak ada bantuan dari pemerintah pusat.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
HASBI SABIRIN/TRIBUNJAMBI.COM
ilustrasi sawah. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Luas lahan tanam padi di Kabupaten Tanjabtim telah berkurang sebanyak 750 hektar. Hal ini menyebabkan, produksi padi pada musim tanam Oktober-Maret pada tahun ini terancam menurun drastis dibandingkan tahun lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjabtim, Sunarno mengatakan, penyebab berkurangnya luas tanam padi dikarenakan Kabupaten Tanjabtim tidak lagi mendapatkan bantuan program padi rawa dari pemerintah pusat

"Alasannya karena berkas pengajuan bantuan kita tidak melampirkan berkas Peta Poligon, itu persyaratan barunya. Sebelumnya tidak ada Peta Poligon itu," katanya.

Pihaknya belum mampu untuk membuat Peta Poligon ini. Sebab, kebijakan baru itu dinilainya terlalu mendesak, sementara Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Tanjabtim sendiri masih minim. 

"Kebijakan itu baru dilakukan, dan hari itu juga harus dijalankan, kan tidak bisa. Jadi proposal kita kemarin ditolak oleh orang pusat, makanya 750 hektar itu tidak bisa ditanam padi dan berdampak kepada produksi," ujarnya.

Baca juga: Menghitung Produkstivitas Padi Melalui Ubinan Berbasis Kerangka Sampel Area

Dia menjelaskan, Peta Poligon itu adalah hasil tracking luasan lahan menggunakan satelit yang diajukan petani, dan kemudian diolah untuk menjadi Peta Poligon. Sunarno berencana pada hari Senin mendatang akan membentuk tim untuk membuat Peta Poligon. 

"Tim itu nantinya akan kita latih. Tapi untuk sementara ini kami menggunakan android dulu untuk pengajuan musim tanam Okmar. Yang dikhawatirkan pengajuan musim tanam Okmar ini juga ditolak, karena produksi padi di Kabupaten Tanjabtim tidak akan tercapai dan dianggap gagal," jelasnya.

Dia menerangkan, pada musim tanam April-September (Asep) ini produksi padi diperkirakan hanya sekitar 6.000 ton dengan luas tanam sekitar 2.800 Hektar yang tersebar di Kecamatan Nipah Panjang, Berbak, Rantau Rasau, Dendang, Geragai, Muara Sabak Timur dan Muara Sabak Barat. Namun, untuk tepatnya menunggu hasil rilis dari pihak BPS Kabupaten Tanjabtim.

(Tribun Jambi / Rifani Halim)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved