Harga Sawit Jambi

Harga Sawit di Tanjabtim Jambi, Rabu (9/9/2022), di Tingkat Petani Rp 1.300

Harga sawit di tingkat petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi sekitar Rp.1300-1350 per kilogram.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Ilustrasi buah sawit. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Harga sawit di tingkat petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi sekitar Rp.1300-1350 per kilogram, untuk  pabrik atau ram Rp1.625 per kilogram, Jum'at (9/9/2022).

Sudah dua hari harga buah sawit di Kabupaten Tanjabtim tidak mengalami perubahan. Dengan harga saat ini, para petani mulai senang meski tidak seimbang dengan naiknya BBM subsidi yang membuat sejumlah kebutuhan naik.

Informasi harga sawit Jambi terbaru ini disampaikan oleh Ikshan seorang pengepul di Lambur, Kecamatan Muara Sabak Timur, Tanjabtim, Jambi.

"Sejak kemarin harga kepala sawit naik menjadi Rp1.300. Dua hari lalu harga sawit hanya Rp1.200-an per kilogram," katanya, saat di hubungi Tribun.

Lanjutnya, untuk tandan buah segar saat ini sudah mulai dijual oleh para petani, para petani senang dengan harga naik kali ini. Para petani juga tetap berharap agar harga tetap naik agar dapat mengimbangi harga BBM jenis solar yang naik saat ini untuk para operasional kendaraan.

Baca juga: Sejumlah Pabrik Sawit Coba Masuk ke Tebo, Ini Kata Pj Bupati Tebo

Sementara itu, dengan naiknya harga BBM saat ini menurut Ikshan membuat ia dan sejumlah rekan pengepul cukup bingung untuk menentukan harga kelapa sawit yang ia beli dari para petani.

"Pengepul sawit bingung harga mau dikurangin tapi banyak yang tidak kompak ada yang naik ada yang tidak. Padahal minyak mahal, susah juga dapatnya," ujar Ikshan.

Di tengah naiknya harga BBM dan sulitnya mendapatkan BBM, Ikshan mengaku tidak menaikkan harga pengepul. Padahal keinginan untuk menaikkan harga sudah bulat, namun para Tauke banyak yang tidak kompak dan memilih mendapatkan untung dengan harga lama.

Baca juga: Harga Sawit Jambi Periode 9 Sampai 15 September 2022, Harga di Atas Rp 2.000

"Harga tetap, sebenarnya mau naikkan cuman ya itu tadi, tauke-tauke banyak jadi susah dikompakkan ujung-ujung tetep petani juga yang kena imbasnya," tuturnya.

(Tribun Jambi / Rifani Halim)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved