Harga Cabai di Kota Jambi (9/9/22) Termahal Masih Rp85 Ribu, di Pasar Rakyat Kasang Paling Murah

Harga cabai di Pasar Rakyat Talang Banjar Kota Jambi jenis merah besar Rp68 ribu, dan cabai merah kecil Rp70 ribu per kilogram.

Tribunjambi/Rara
Harga cabai di Pasar Rakyat Talang Banjar Kota Jambi jenis merah besar Rp68 ribu sekilo. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Daftar harga cabai di empat pasar rakyat dalam Kota Jambi, Jumat (9/9/22).

Yon Heri, Kepala Dinas Perindag Kota Jambi berkata, keempat pasar rakyat yang disebutkan adalah pasar berskala besar yang dinilai oleh Pemkot Jambi layak dijadikan acuan harga per harinya.

"Masih berada di Pasar Rakyat TAC Kota Jambi angka Rp85 ribu termahal cabai merah besar, dan paling murah cabai rawit hijau harganya Rp36 di Pasar Rakyat Kasang," jelasnya.

Harga cabai di Pasar Rakyat Talang Banjar Kota Jambi jenis merah besar Rp68 ribu, dan cabai merah kecil Rp70 ribu per kilogram.

Sedangkan cabai rawit merah Rp70 ribu per kilogram harganya, dan cabai rawit hijau Rp42 ribu per kilogram statusnya naik.

Di pasar Rakyat Kasang Kota Jambi harganya cabai merah besar Rp68 ribu, dan cabai merah kecil Rp70 ribu yang statusnya turun.

Baca juga: Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik di Pasar Tradisional Tebo Jambi

Lalu cabai rawit merah harganya Rp65 ribu, dan cabai rawit hijau harganya Rp36 ribu per kilogram status mereka juga turun.

Di pasar rakyat TAC Kota Jambi harga cabai merah besar Rp85 ribu per kilogram, rawit hijau Rp50 ribu, dan rawit merah Rp80 ribu per kilogram status ketiganya stabil.

Pasar rakyat Aur Duri Kota Jambi harga cabai merah besar Rp80 ribu per kilogram statusnya stabil.

Cabai rawit merah harganya Rp70 ribu, dan cabai rawit hijau harganya Rp50 ribu dengan status juga stabil

Perlu diketahui, harga yang statusnya stabil, turun, bahkan naik 500 pun tetap akan berganti setiap harinya.

Sehingga harga-harga tersebut selalu perbaharui setiap saat dalam skala hari.

Baca juga: Harga Cabai, Bawang dan Ayam di Jambi Jumat (9/9/2022) - Rawit Rp 65 Ribu Ayam Rp 27 Ribu per Kg

"Kalau harga-harga yang tadi disebutkan, layak diakses oleh masyarakat atau pemberitaan harian. Kalau peneliti ingin menjadikan acuan harga-harga ini berkala tren mingguan, bulanan, dan lain sebagainya perlu ditinjau lebih detil oleh mereka, kita belum memiliki sistemnya," jelas Yon Heri.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved