Berita Kerinci

Produksi Pertanian Berkurang, Petani Cabai Sampaikan Keluhan ke Kapolres Kerinci

Kapolres Kerinci, AKBP Patria Yuda Rahadian turun menemui petani cabai, Rabu (7/9) kemarin.

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Kapolres Kerinci, AKBP Patria Yuda Rahadian turun menemui petani cabai, Rabu (7/9) kemarin. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Petani Cabai di Kayu Aro Kerinci ternyata memiliki beberapa keluhan.

Hal itu diketahui saat Kapolres Kerinci, AKBP Patria Yuda Rahadian turun menemui petani cabai, Rabu (7/9) kemarin.

Dihadapan Kapolres dan Anggota dewan serta pihak terkait, petani cabai mengeluhkan beberapa hal.

Seperti yang disampaikan Ngarino, bahwa tanaman cabai petani saat ini masih banyak ditemukan penyakit buah yang biasa disebut buah kembung yang mengakibatkan berkurangnya hasil produksi pertanian.

"Penyakit ini disebabkan, perkembangan lalat buah yang sangat cepat," ujarnya.

Ia juga mengeluh harga obat - obat dan pupuk tanaman cabai yang cukup tinggi. Sehingga menyebabkan biaya produksi tanaman cabai juga menjadi tinggi.

Untuk ukuran lahan 1 hektare biaya produksi lebih kurang Rp 110 juta sampai Ro 140 juta. Di Kayu Aro saat ini rata rata masyarakat Petani menanam cabai dan kentang.

"Masalah tidak adanya pupuk bersubsidi jenis SP 36 dan ZA. Kami juga mengeluhkan banyaknya pupuk palsu ditengah masyarakat," bebernya.

Senada petani lainnya, mengatakan, bahwa biaya operasional tanam Cabai saat ini tinggi. Apa lagi petani cabai tidak mendapatkan pupuk bersubsidi.

$Kami tidak ada pupuk bersubsidi berhenti ditengah jalan. Kami mesti merubah RDKK yang baru untuk tanam cabai, Karena RDKK awal adalah tanaman kentang," ungkapnya.

Petani juga menyampaikan persoalan BBM yang susah mereka dapatkan untuk peralatan pertanian yang menggunakan BBM.

Menanggapi hal itu, Kapolres Kerinci menyampaikan, terkait dengan penyaluran Gas dan BBM bersubsidi, mereka meminta masyaraka menginformasikan jika ada penyalahgunaan BBM dan Gas elpiji.

"Pupuk Bersubsidi dan Gas 3 Kg akan diupayakan secara maksimal. Bila ada pelanggaran akan kami lakukan tindakan tegas. Untuk Rice Miling tetap diakomodir untuk memenuhi kebutuhan BBM Solar dengan Rekomendasi dari Dinas terkait. Kami akan tetap melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM yang dibutuhkan oleh masyarakat, agar para petani mendata kelompok Tani untuk mempermudah dalam pembelian BBM biar tidak salah sasaran," jelas AKBP Patria Yuda Rahadian.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Penyesalan Fuji Semasa Hidupnya: Kenapa gak diseriusin

Baca juga: Rencana Ambisius Pemilik Baru AC Milan, Perkuat Tim Hingga Pembangunan Stadion Baru

Baca juga: FH UNJA Gelar Pengabdian Mayarakat Cegah Radikalisme di Kampus

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved