Berita Batanghari

PMII Jambi Gelar Konkoorcab ke-IV, Ini Pesan Bupati Batanghari

Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief membuka acara Konfrensi Koordinasi Cabang (KONKOORCAB) ke IV Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jambi

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief membuka acara Konfrensi Koordinasi Cabang (KONKOORCAB) ke IV Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jambi masa khidmat 2022-2024 dan seminar nasional. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief membuka acara Konfrensi Koordinasi Cabang (KONKOORCAB) ke IV Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jambi masa khidmat 2022-2024 dan seminar nasional.

Fadhil Arief mengatakan kepada seluruh cabang PMII di Jambi bahwa seiring waktu berjalan, orang yang berhasil itu melakukan pendekatan rasional dengan akal dan pikiran bukan lewat pendekatan emosional.

“Tadi disampaikan ada debat kandidat, sebetulnya itu tempat untuk menggali gagasan, tempat menggali niat, kemauan dan kesungguh-sungguhan orang disaat dipercaya memimpin disuatu organisasi,”

“Jika memang itu belum ideal, paling tidak kita berniat bagaimana ideal seorang pemimpin itu tercapai untuk itu kita menentukan pilihan dengan pendekatan rasional,” katanya pada Kamis (8/9/2022) dibalik podium di Serambi Rumah Dinas.

Bupati menjelaskan baru saja dirinya mendapatkan statistik di Pemilu 2024 mendatang di Indonesia akan ada 38 persen berasal dari generasi Z.

Dalam artian generasi Z ini pertama kali menggunakan hak pilih dan dalam kajian secara empirik dilakukan secara ulang-ulang generasi Z akan menentukan hak pilihnya dengan sikap rasional.

“Bukan dengan pendekatan emosional, jadi adik-adik PMII ini berasal dari generasi Z, paling tidak berada di generasi milenial. Berpikirnya harus sesuai perkembangan zaman, menjadi aneh kalau kita berpikir tidak sesuai zaman,” ucapnya.

Adik-adik PMII Jambi yang berada digaris PMII ini harus berpikir sesuai zaman dan melakukan pendekatan rasional.

Ia juga mengatakan jangan lupa bahwa organisasi kemahasiswaan itu adalah labor untuk membentuk diri, karakter untuk menjadi generasi yang tangguh dan estafet untuk memajukan umat.

“Kalau kita lupa dengan konsep itu sehingga nanti tidak akan ada bekas di dalam organisasi ini yang perlu adik-adik semua pahami dan yakini,” pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Produksi Pertanian Berkurang, Petani Cabai Sampaikan Keluhan ke Kapolres Kerinci

Baca juga: Penyesalan Fuji Semasa Hidupnya: Kenapa gak diseriusin

Baca juga: Rencana Ambisius Pemilik Baru AC Milan, Perkuat Tim Hingga Pembangunan Stadion Baru

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved