Berita Tanjabtim

Pemkab Tanjabtim Sering Terima Laporan dari Masyarakat Daerah Terpencil Kesulitan Dapat BBM

Masyarakat di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Tanjabtim saat ini kesulitan mendapatkan BBM Bersubsidi, sebelum dinaikkannya harga BBM oleh pemerint

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/RIFANI HALIM
Antrean kendaraan di SPBU Kabupaten Tanjabtim. Warga keluhkan kesulitan mendapakan BBM bersubsidi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Masyarakat di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Tanjabtim saat ini kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi, sebelum dinaikkannya harga BBM oleh pemerintah.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tanjabtim Awaludin mengaku, banyak mendapatkan pengaduan kepada masyarakat dari beberapa kecamatan yang cukup jauh dari pusat kabuputen Tanjabtim.

Pengaduan itu merupakan kelangkaan BBM bersubsidi yang ada di wilayah kecamatan yang jauh, dikarenakan SPBU tidak lagi melayani BBM bersubsidi dalam bentuk galon, tapi melayani dalam bentuk kendaraan.

Sebelumnya, SPBU melayani dan menjual BBM bersubsidi menggunakan galon yang ada rekomendasi OPD terkait.

"Sekarang di kecamatan itu BBM sangat langka, baik itu pertalite maupun solar, karena sekarang SPBU itu sangat patuh dengan Pertamina," katanya, (8/9/2022).

Dia menjelaskan, dalam waktu dekat ini akan melakukan rapat internal terlebih dahulu dengan SPBU yang kemudian disampaikan ke Pertamina. Jika nanti Pertamina masih bersikukuh bahwa pembelian BBM bersubsidi tidak boleh menggunakan galon, pihaknya meminta agar Pertamina memberikan solusi.

"Kami minta kalau juga tidak boleh, kami minta Pertamina menjual BBM bersubsidi tersebut ke wilayah yang tidak ada SPBU nya. Kalau perlu mereka (Pertamina) setiap harinya bawa mobil tangkinya ke sana," jelasnya.

Pemerintah Daerah tidak bisa diam melihat masyarakatnya yang ada di kecamatan-kecamatan tidak mendapatkan BBM bersubsidi.

Kalau mau mengikuti aturan, tidak mungkin masyarakat yang ada di kecamatan yang jauh, seperti Nipah Panjang dan Sadu mau mengisi BBM kendaraannya harus datang ke SPBU ke Muara Sabak dulu.

"Jadi itu yang akan kita bahas dengan Pertamina nantinya. Bagaimana solusinya dan bagaimana masyarakat yang jauh bisa mendapatkan kembali BBM bersubsidi," katanya.

Sementara itu, BBM bersubsidi yang diperuntukan untuk nelayan juga mendapat perlakuan yang sama dan aturan yang sama. Jadi saat ini memang masyarakat maupun nelayan sedikit kesulitan mendapatkan BBM.

Dia berharap apa yang menjadi kelurahan masyarkat, bisa mendapatkan solusi dari Pertamina, sehingga masyarakat bisa menikmati kembali BBM bersubsidi.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Mahasiswa UIN Sutha Jambi Sukses Berprestasi di Bidang Seni dan Olahraga

Baca juga: Hari Pramuka ke-61, Kwarcab Pramuka Muaro Jambi Gelar Apel Besar

Baca juga: Isi Hati Fuji untuk Gala Sky Saat Besar Nanti: Aku tahu

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved