Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Kebohongan Ferdy Sambo pada Kapolri, Misteri Kematian Brigadir Yosua Terkuak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merasa dibohongi eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo soal peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir Yosua.

Editor: Heri Prihartono
Kolase
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merasa dibohongi eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo soal peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir Yosua. 

Selain lie detector, Ito juga membahas metode lain yang bisa digunakan polisi untuk melakukan pemeriksaan kepada tersangka.

Sayangnya hasil pemeriksaan dari hipnoterapi tak bisa dimasukan ke dalam BAP.


"Ada juga teknologi baru, hipnoterapi, liat di televisi di acara Uya Kuya, ini tidak bisa dimasukan ke dalam berita acara," ucap Ito.

"Tapi kalau mau digunakan sah saja," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh pengamat politik Prof Mudzakkir

"Itu benar, kan ada saksi, ini saksi itu bohong atau tidak," ucap Prof Mudzakkir

"Itu cuma menguji keterangan saksi itu benar atau bohong," imbuhnya.

Prof Mudzakkir menilai penggunaan lie detector tak tepat apabila dipakai dalam kasus pemerkosaan yang diduga menimpa Putri Candrawathi.

"Kalau dalam kasus pemerkosaan, itu letaknya bukan kepada bohong atau tidak bohong, apakah ada berkas atau fisik tubuh yang bisa dianalisis oleh ahli?" uicap Prof Mudzakkir.

"Kalau itu tidak ada ya polisi bisa mengstop,"

"Semuanya tidak ada, kalau ahli, ahli apa?" imbuhnya.

Artikel ini diolah dari Wartakotalive

Baca juga: Setelah Putri Candrawathi, Kejujuran Ferdy Sambo Bakal Diuji Lie Detector

Baca juga: Terungkap, Keluarga Ferdy Sambo Penah Minta Dicarikan Anak Angkat dari Keluarga Brigadir Yosua

Baca juga: Ferdy Sambo Tersangka Pembunuh Brigadir Yosua Jalani Pemeriksaan Kasus Obstruction of Justice

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved