Berita Tanjab Timur

Nelayan di Tanjab Timur Kesulitan Dapat Solar Untuk Kapal, Ternyata Ini Penyebabnya

Hal itulah menjadi kendala utama bagi mayoritas nelayan yang menggantung hidupnya sebagai di atas kapal pencari ikan di pesisir Kabupaten Tanjung Jabu

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rahimin
tribunjambi/Rifani halim
Kapal milik nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur belakangan ini tidak melaut karena sulit mendapatkan solar. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi sulit mendapatkan minyak solar untuk kapal.

Hal itulah menjadi kendala utama bagi mayoritas nelayan yang menggantung hidupnya sebagai di atas kapal pencari ikan di pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kesulitan yang tengah dialami nelayan di Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk mendapatkan minyak solar ini membuat sebagian nelayan tidak berlayar dalam beberapa waktu belakangan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perikanan Tanjung Jabung Timur Hendri menjelaskan, sulitnya nelayan mendapatkan minyak solar karena kuota yang diberikan Pertamina di SPDN Kecamatan Kuala Jambi tidak seimbang dengan jumlah nelayan .

"Untuk kuota BBM untuk nelayan memang kurang. Karena kuota yang diberikan oleh Pertamina itu dalam satu bulan hanya 200 kiloliter (KL)," katanya, Rabu (7/9/2022).

Menurutnya, dengan jumlah pasokan yang diberikan oleh Pertamina tersebut tentunya sangat tidak seimbang, dengan jumlah armada nelayan yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur ada 5.400 armada kapal yang tersebar di Kecamatan Nipah Panjang, Kuala Jambi, Mendahara, Muara Sabak Timur dan Sadu.

Kepala Dinas Perikanan Tanjung Jabung Timur Hendri.
Kepala Dinas Perikanan Tanjung Jabung Timur Hendri. (tribunjambi/Rifani halim)

"Kalau kebutuhan armada dalam satu bulanya itu kurang lebih mencapai 500 KL. Jadi kita katakan itu sangat kurang sekali, Karena dari yang di dapat 200 KL sedang yang di butuhkan 500 KL, itu masih jauh dari kata cukup," ujarnya.

Hendri mengaku telah melakukan tindakan agar hal ini segera terasi.

Tindakan itu ialah tengah menyurati pihak Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) yang berwenang dalam menentukan pasokan BBM.

"Kita meminta kepada BPMigas untuk menambahkan kuota sesuai dengan kebutuhan nelayan di pesisir Pantai Timur Jambi ini," katanya.

Sebelum menyurati BPMigas, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebelumnya telah melakukan pihak pertamina untuk sosialisasikan My pertamina.

Dikatakannya, My pertamina ini bersifat bertahap akan menerapkan ketentuan tersebut.

"Karena para masyarakat terkhusus  nelayan kita tidak semua sama bahkan tidak memiliki smarthpone atau android sehingga nantiknya pihak kita akan ada Mengkondinirkan dalam kelompok nelayan," pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ringankan Beban Nelayan Imbas BBM Naik, Polairud Polres Tanjabbar Berikan Bantuan Sembako

Baca juga: Nelayan Desa Manis Mato Keluhkan Mahalnya Harga BBM

Baca juga: Nelayan Nipah Panjang Tidak Melaut Selama Sepekan Karena Tidak Ada Solar

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved