Harga BBM Terbang, Rakyat Tumbang

Dari minyak bumi inilah dapat dihasilkan berbagai macam produk yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti bahan serat

Editor: Rahimin
Istimewa
Harga BBM Terbang, Rakyat Tumbang 

Harga BBM Terbang, Rakyat Tumbang

Oleh : Aldi Kurniawan, Statistisi Ahli Pertama BPS Kab. Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM - Bahan bakar minyak (BBM) merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. BBM sendiri bersumber dari minyak bumi. Minyak bumi adalah sumber daya alam yang berada di dalam bumi dan terbentuk melalui serangkaian proses pengendapan fosil organisme hidup yang panjang, hingga berjuta-juta tahun lamanya.

Dari minyak bumi inilah dapat dihasilkan berbagai macam produk yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti bahan serat (contohnya rayon dan nilon untuk pakaian), perlengkapan rumah tangga (contohnya kunci pintu dan panel pintu), produk perawatan tubuh (contohnya sabun mandi dan sampo), bahan medis (contohnya aspirin untuk obat demam), hingga produk elektronik (contohnya ponsel dan komputer).

Selain itu, dari minyak bumi juga dihasilkan berbagai macam bahan bakar, seperti bensin, solar, minyak tanah, avtur, dan liquified petroleum gas (LPG atau elpiji).

Banyaknya kegunaan minyak bumi ini membuat banyak negara melakukan eksplorasi minyak bumi, baik untuk digunakan sendiri maupun dijual kembali. Hal ini membuat minyak bumi menjadi salah satu komoditas penting. Perkembangan harga minyak bumi sendiri berfluktuasi sesuai kondisi pada masanya, seperti perang, konflik, revolusi, dan sebagainya.

Pada 24 Februari 2022, Rusia mengumumkan invasi besar-besaran terhadap Ukraina. Hal ini membuat sebagian negara, terutama negara-negara di Kawasan Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. Hal ini berdampak pada perkembangan harga minyak bumi dimana harganya naik setelah invasi dilakukan.

Baca juga: BPS Perbarui Wilkerstat ST2023 Dengan Pencitraan Satelit

Pemerintah Indonesia sendiri memberikan subsidi BBM kepada warganya, mengingat BBM digunakan oleh masyarakat luas, termasuk masyarakat miskin. Hal ini dapat dilihat dari kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia yang terus meningkat.

Berdasarkan data dari Kepolisian Rebuplik Indonesia yang diambil dari web BPS, pada tahun 2018, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 126.702.280 unit kendaraan dan pada tahun 2021 mencapai 143.797.227 unit kendaraan (angka sementara untuk 2021).

Jika dilihat dari jenisnya, ternyata kepemilikan kendaraan bermotor paling banyak berada pada jenis kendaraan sepeda motor dimana pada tahun 2018, jumlah sepeda motor mencapai 106.836.985 unit sepeda motor dan pada tahun 2021 jumlah tersebut meningkat 14.372.319 menjadi 121.209.304 unit sepeda motor (angka sementara untuk 2021).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved